Oleh: hurahura | 27 Januari 2017

Doktor Berkat Situs Gunung Padang

lutfi-2Dr. Lutfi Yondri seusai wisuda (Dok. Lutfi Yondri)

Satu lagi arkeolog memperoleh gelar doktor. Pada 4 Oktober 2016 Lutfi Yondri berhasil mempertahankan disertasi berjudul Situs Gunung Padang dalam Konteks Kebudayaan, Manusia, dan Lingkungan. Tim promotor terdiri atas Prof. Dr. Nina Herlina, MS, Prof. Dr. Moendardjito, dan Dr. Mumuh Muhsin Zakaria. Lutfi memperoleh Predikat Cum Laude. Selain itu ia dinyatakan sebagai Lulusan Program Doktoral Terbaik Unpad 2016/2017.

Baca Lanjutannya…

ayu-01Watu Tulis di Desa Dermawuharjo (Dokpri)

Watu Tulis yang terletak di Desa Dermawuharjo, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sebenarnya sebuah menhir. Dinamakan Watu Tulis karena terdapat guratan-guratan berpola pada batunya, yang dalam anggapan masyarakat mirip dengan tulisan Jawa, sekalipun pada kenyatannya tidak.  Bahannya sendiri terbuat dari batu kapur-padas, atau biasa disebut batuan lokal daerah Tuban.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 16 Januari 2017

Gua Putri dan Si Pahit Lidah

guaputri-01Gua Putri (Dok. BPCB Jambi)

Pulau Sumatera bagian utara kaya akan gua-gua kuno. Penelitian terhadap artefak ini pernah dilakukan oleh Balai Arkeologi Medan di Situs Loyang Mendale. Ketika itu ditemukan situs hunian manusia, berkisar antara 3.580-1.740 BP. Di gua ini juga ditemukan kerangka-kerangka yang dikubur dengan konsep religi yang berkaitan dengan matahari. Arah hadap kerangka tersebut berorientasi ke timur (Wiradnyana, 2011: 134-135).

Baca Lanjutannya…

Ninie Susanti

Ninie Susanti Tedjowasono (Dokpri)

Indonesia memiliki kekayaan sejarah yang termaktub dalam banyak prasasti. Namun, masih sedikit epigraf alias orang yang ahli membaca prasasti. Salah satunya adalah Ninie Susanti Tedjowasono, yang tekun mendorong lahirnya generasi epigraf baru.

Baca Lanjutannya…

goa-01Figur antropomorfik di Gua Sungai Lului
(Dok. Sandi)

Wilayah Jambi telah menarik minat para peneliti prasejarah sejak ditemukannya artefak litik dari batuan obsidian di Gua Ulu Tiangko (di sejumlah literatur asing disebut Ulu Chanko ) oleh A. Tobler pada 1913 (Heekeren, 1972). Berbekal kedua investigasi prasejarah paling awal di wilayah Jambi tersebut, pada 1974 B. Bronson dan T. Asmar melakukan ekskavasi di sebuah gua yang menurut mereka merupakan lokasi J. Zwierzycki mengumpulkan artefak obsidian, yaitu Gua Tiangko Panjang (Bronson dan Asmar, 1975). Pada 2015 Balai Arkeologi Palembang melakukan survei arkeologis di wilayah Kabupaten Sarolangun. Sejumlah data baru yang sangat menarik bagi kajian prasejarah berhasil diidentifikasi selama survei.

Baca Lanjutannya…

keramik-01Keramik yang ditemukan di Candi Gumpung (Dok. BPCB Jambi )

Keramik merupakan barang–barang atau peralatan rumah tangga yang terbuat dari tanah liat bakar. Sebagai tinggalan arkeologis, keramik sudah dikenal sejak masa bercocok tanam, ribuan tahun yang lalu. Umumnya keramik berbentuk bulat dengan tepian sederhana. Proses pembuatannya dengan tangan.

Baca Lanjutannya…

laras-01Nisan Raja Nara Singa II (Do. Saharan, Jupel Situs Nara Singa II )

Pada masa Islam, makam atau kuburan merupakan salah satu gejala arkeologi sebagai hasil karya dan teknologi manusia yang cukup menonjol. Umumnya dalam Islam jenazah dikubur di dalam tanah, kemudian di atas tanah diberikan suatu tanda. Bentuk tanda tersebut, lazim disebut nisan, tergantung dari siapa yang dikuburkan ataupun tergantung kebudayaan masyarakat setempat.

Baca Lanjutannya…

goa-harimau-01Ilustrasi: Ekskavasi di Goa Harimau nationalgeographic.co.id)

Kajian ilmu arkeologi mengenal sebuah paradigma atau aliran yang dinamakan arkeologi publik. Diharapkan arkeologi publik dapat menjadi jembatan antara para arkeolog dan masyarakat luas. Awalnya, pada medio sekitar 1970-an, para ahli arkeologi barat yang menggagas arkeologi publik, umumnya memandang bahwa hubungan antara arkeologi dan publik harus seiring sejalan. Untuk membangun sebuah jembatan yang kokoh, selayaknya memerlukan bahan-bahan yang terbaik. Pembuatnya pun harus benar-benar mampu dan tahu bagaimana membangunnya dengan baik. Untuk itulah, sinergi antara arkeolog sebagai sumberdaya manusia arkeologi atau masyarakat arkeologi dengan publik atau masyarakat umum harus terus diupayakan. Bahan-bahan terbaiknya sudah ada di sekitar kita, tinggal seperti apa pengelolaan, percampuran dan penyusunannya untuk membangun sebuah jembatan kokoh di antara keduanya yang akan menentukan seperti apa bentuk dari tujuan awal dari munculnya arkeologi publik ini.

Baca Lanjutannya…

israel-2Penelitian arkeologi di Israel sudah dilengkapi peralatan sains (Sumber:www.israel21c.or)

Kita mungkin sering terkagum-kagum mendengar berita penemuan mumi Otzi berumur 5.000 tahun, makanan terakhir Raja Firaun sebelum meninggal, dan temuan artefak emas dengan pengolahan logam yang canggih dan rumit. Di balik semua itu, para arkeolog melakukan riset secara seksama untuk mendapatkan data yang terukur. Mereka bekerja keras melakukan penggalian arkeologis (ekskavasi), mencatat dan mendokumentasikan temuan, lalu membawanya ke laboratorium untuk dianalisis.

Baca Lanjutannya…

banda-01Sisa benteng di Pulau Api

Gunung Api Banda adalah sebuah gunung berapi sekaligus sebuah pulau. Tingginya tidak seberapa, hanya 656 meter dari permukaan laut, tapi medannya luar biasa. Wilayah ini dapat dicapai sekitar 10 menit perjalanan dari Pulau Neira dengan perahu motor kecil.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 6 Desember 2016

Nama Desa Bunulrejo Berasal dari Tokoh Sang Bulul

bulul-01Tulisan di belakang Ganesha Bulul, sekarang berada di Museum Mpu Purwa, Malang.

Prasasti Bunul (Kanuruhan) menceritakan sebuah peristiwa pada 856 Saka (935 Masehi), bulan Posya (Desember-Januari), wuku Wukir atau tepatnya 4 Januari 935 Masehi) (Suwardono, 2011: 23). Dikatakan, seorang pejabat tinggi pemimpin wilayah Watek Kanuruhan bergelar Rakryān Kanuruhan Dyah Mungpang memberikan anugerah kepada Sang Bulul berupa status sima (perdikan) pada daerahnya karena ia berjasa menanam daun bunga dan akarnya yang terapung. Yang dimaksud adalah bunga teratai yang berada di sebuah bangunan telaga (petirtaan).

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 24 November 2016

Arkeologi dan Politik

israel-1Ilustrasi: ekskavasi arkeologi di Yerusalem (Sumber: National Geographic Indonesia)

Pada awal 2007 konflik Israel – Palestina menghangat. Gara-garanya adalah pihak Israel melakukan ekskavasi arkeologi di dekat kompleks Masjid Al Aqsa. Bagi warga Palestina, Al Aqsa merupakan kompleks suci. Jadi sangat tabu bagi siapa saja untuk menyentuh tempat ini.

Baca Lanjutannya…

prasasti-sankharaPrasasti Sankhara, dianalisis melalui gabungan pengetahuan sejarah dan arkeologi (Foto: Sejarah Nasional Indonesia)

Para pendahulu kita sering menyampaikan bahwa kemunculan ilmu pengetahuan diawali oleh hasrat ingin tahu manusia terhadap apa yang ada di sekitar mereka. Hasrat ingin tahu manusia tentang berbagai hal yang ingin mereka ketahui dari berbagai fenomena di sekitar mereka inilah yang berkembang menjadi apa yang disebut sebagai ilmu. Munculnya berbagai disiplin ilmu yang kita kenal selama ini merupakan perkembangan dan pengaruh dari berbagai penjelasan filsafat dari berbagai fenomena. Keyakinan itu berkembang hingga memunculkan kesan sekat-sekat disiplin ilmu seperti yang kita kenal sekarang. Jika kita tinjau lebih dalam lagi, sebenarnya pembatasan yang terjadi dengan banyaknya disiplin ilmu yang kita kenal selama ini tidaklah begitu tegas. Berbagai upaya mengurai kesukaran ini sering dilakukan dengan pembedaan penamaannya, meskipun tidak jarang antara satu dengan yang lainnya sulit untuk dipisahkan.

Baca Lanjutannya…

jingga-01Panil ke-4 relief Sri Tanjung dan penggunaan kĕmbĕn di masa kini 

Masa lalu dengan segala kekurangan dan kelebihannya tetap akan menjadi edukator terbaik untuk manusia masa kini. Modernisasi zaman tidak lantas menghapus semua jejak arsitektural keagungan tinggalan nenek moyang yang sengaja Tuhan berikan sebagai sebuah amanat. Jika saja manusia masa kini paham bagaimana susahnya membangun peradaban, maka tidak mungkin mereka tega dengan sengaja menghancurkan tinggalan pendahulunya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 23 November 2016

Prasasti Kuno dan Hari Jadi Kota

prasasti-harinjingPrasasti Harinjing (Koleksi Museum Nasional)

Nama prasasti pastinya sudah populer, terutama bila dihubungkan dengan peresmian proyek-proyek pembangunan. Pejabat negara semisal presiden ataupun menteri, sering kali membubuhkan tanda tangan pada prasasti batu. Pada zaman sekarang, peresmian suatu proyek pembangunan memang hampir selalu dilengkapi dengan penandatanganan prasasti.

Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori