Oleh: hurahura | 7 Juni 2016

Kendi di Nusantara

Kendi-01Kendi tembikar masa prasejarah. Ditemukan di Liang Bua, Flores Barat oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Diperkirakan berasal dari abad ke-1. 

Kendi, sosok wadah air tanah liat (water pitcher) kini nyaris hapus dari ingatan kita penduduk Nusantara. Bangun dasar kendi begitu khas, serupa anatomi tubuh. Kepalanya tengadah, lubang mulutnya sempit, tempat mengisi air. Kendi, lehernya tinggi seukuran genggaman tangan, gampang dipegang erat. Kendi, tubuhnya serupa bulatnya bumi, cukup menyimpan air, dindingnya tipis ringan dijinjing.

Kendi, tegar berdiri menapak pada alasnya yang datar. Kendi, dilengkapi cerat kerucut dipasang miring pada pinggulnya. Bangun kendi hampir tertutup rapat, minim ventilasi, cegah evaporasi. Pori dinding konon turunkan suhu, dingin, dan segarkan air dalam kendi.

Kendi di Nusantara nyatanya begitu bervariasi rupa dan ragamnya. Kapan sebenarnya kendi mulai masuk dalam “inventaris” perkakas penduduk Nusantara? Dalam catatan penemuan arkeologis, sejak sekitar 4.000 tahun lalu barang tanah liat poles warna merah mulai digunakan penduduk Kepulauan Nusantara. Salah satu situs yg mewakili era ini adalah Leang Tuwo Manee, Maluku Utara. Zaman itu koloni Austronesia mulai menghuni kepulauan. Mereka mulai hidup menetap, menjinakkan binatang, dan bertani bijian dan umbi. Kendatipun barang tembikar sudah dibuat, tetapi bentuk kendi tanah liat tampaknya belum dipakai. Mereka gunakan periuk dan tutupnya dalam pengolahan makanan.

Kendi-02Kendi dari Jawa Tengah, abad ke-20

Seri penemuan kendi mulai muncul ketika perkakas logam diperkenalkan, menjelang sejarah ditulis. Beberapa penemuan itu antara lain di Kerinci, kendi berbentuk botol dipoles warna merah, dihias gores geometris pada lehernya yang pendek. Di pantai utara Jawa kendi ditemukan di Buni, antara Bekasi dan Karawang. Ciri kendinya tanpa cerat, leher tinggi bergelang, badannya kerucut terpotong; bentuk lain leher pendek, bentuk kepala setangkup kerucut, dihias panil bergores berisi titik-titik dan binatang.

Kendi yang ditemukan Situs Gilimanuk, Bali, sebagai bekal kubur, tanpa cerat, leher serupa kendi Buni, badannya setengah bulat, dasar cembung. Kendi dari situs Liang Bua dan Melolo Nusa Tenggara Timur, juga tanpa cerat leher tinggi profil gelombang, badan setengah bulat, dasar cembung. Di pantai selatan Gunung Wingko, leher tinggi, badan setengah bulat profil gelombang. Seperti pertangalan situs tempat penemuannya, kendi-kendi ini diperkirakan berasal dari abad pertama sampai 200 Masehi.

Gaya bentuk kendi awal ini lazimnya tanpa cerat, cembung alasnya. Tradisi Jawa mengenal dengan sebutan kendi gogok. Istilah ini merujuk pada cara minum dari kendi, langsung ditenggak dari mulutnya.

Kendi_0001Wadah air dari labu yang dikeringkan, asal Nusa Tenggara Timur

Gagasan di balik penciptaan desain bentuk kendi awal selalu menarik. Adalah anggapan bahwa sebelum kendi dari tanah liat dibuat, orang sudah lebih awal menggunakan wadah air yang dibuat dari semacam buah labu. Jenis labu yang dimaksud dari genus Lagenaria siceraria. Kata Latin lagena artinya botol dan siceraria atau sicera artinya bejana minum. Penamaan ini berakar pada tradisi, baik di Afrika, Amerika Selatan, maupun Cina yang menggunakannya sebagai wadah air. Jacky Chen, sang aktor film laga, malah beraksi dengan botol kendi tuaknya.

Barangkali ketika teknik tembikar diketahui, wadah air labu ini menjadi inspirasi, kundi pun meniru bentuk alamiah itu sebagai penemuan. Bentuk kendi awal Nusantara temuan Liang Bua dan Melolo bisa dilihat serupa labu. Dalam tradisi di Gayo bahkan dikenali julukan kendi labu, bentuk lehernya melipat. Adakah nama sebelum kendi?

Naskah: Sonny C. Wibisono
Foto-foto: Katalog Pameran Keramik: Kendi Kundi Kuno Kini, di Museum Seni Rupa dan Keramik, 25 Mei – 12 Juni 2016.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: