Oleh: hurahura | 13 Agustus 2010

Menikmati Pesona Masjid Agung Palembang

Masjid Agung Palembang — MI/TETRA SURYA

mediaindonesia.com, Selasa, 10 Agustus 2010 – MASJID Agung Palembang merupakan salah satu peninggalan Kesultanan Palembang dan dikenal sebagai pusat Kota Palembang. Ini menjadikannya salah satu tempat yang sayang untuk dilewatkan bila berkunjung ke ‘Kota Pempek’ ini.

Masjid ini adalah situs yang cocok untuk wisata agama dan budaya karena mengingatkan akan Allah sang Maha Pencipta dan keragaman budaya Palembang.

Berada di sini, Anda bisa melihat menara asli bergaya China yang tetap dipertahankan hingga sekarang. Masjid ini juga sangat khas akan tradisi Palembang yang terlihat dari sebagian besar kayu yang memiliki ukiran khas Palembang yang disebut lekeur.

Jika Anda seorang muslim, jangan lewatkan kesempatan untuk berdoa di sini. Atau Anda bisa membaca Asmaul Husna (99 nama Allah) yang tertulis di langit-langit masjid. Jika ingin tahu lebih banyak tentang masjid ini, Anda bisa pergi ke perpustakaan tanpa dipungut biaya.

Sejarah mengenai Masjid Agung Palembang dimulai pada 1738-1748. Saat itu masjid ini dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin I. Masjid ini juga pernah dikatakan sebagai masjid terbesar di Indonesia pada saat itu.

Ketika pertama kali dibangun, masjid ini mencakup are seluas 1.080 meter persegi dengan kapasitas 1.200 orang dan kemudian diperluas oleh Sayid Umar bin Muhammad Assegaf Altoha dan Sayid Achmad bin Syech Sahab dibawah pimpinan Pangeran Nataagama Karta Mangala Mustafa Ibnu Raden Kamaluddin.

Dari 1819-1821, renovasi dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda. Setelah itu, perluasan lebih lanjut dilakukan pada 1893, 1916, 1950, 1970, dan terakhir di tahun 1990-an.

Selama ekspansi di 1966-1969 oleh Yayasan Masjid Agung, lantai dua dibangun dengan luas tanah 5.520 meter persegi dengan kapasitas 7.750 orang. Selama renovasi dan pembangunan pada 1970, sebuah menara dibangun.

Untuk menuju Palembang, Anda bisa menggunakan pesawat menuju Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Jalan Tanjung Api-Api.

Jarak antara bandara dan masjid sekitar 6 kilometer. Anda dapat pergi ke bangunan bersejarah ini dengan taksi atau menyewa mobil dari bandara.(*/X-12)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori