Oleh: hurahura | 8 Oktober 2011

Candi Lumbung: Batu-batu Kuno Terus Ditemukan BP3 Jawa Tengah

KOMPAS, Rabu, 5 Oktober 2011 – Pembongkaran Candi Lumbung di Dusun Candi Pos, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jateng terus menemukan batuan kuno yang berceceran di sekitar candi. Batu-batu itu diyakini bagian dari candi, yang jika dipasang menyempurnakan bangunan candi sehingga mendekati bentuk awal bangunan candi abad ke-8 itu.

Surveyor Teknik Pemugaran Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng, Murdjijono, mengatakan, sejauh ini ditemukan 8 meter kubik batu lepas. Diperkirakan, dalam pembongkaran yang akan berlangsung hingga akhir Oktober ini masih akan ditemukan batu lebih banyak lagi.

”Jika sebelumnya volume batuan penyusun hanya 401 meter kubik, setelah pembongkaran ini volume batuan penyusun Candi Lumbung diperkirakan mencapai 420 meter kubik,” ujarnya, Selasa (4/10). Volume batuan 420 meter kubik itu tak termasuk batuan atap candi, yang hingga kini belum ditemukan.

Untuk menyelamatkan benda cagar budaya (BCB) dari banjir lahar dingin Gunung Merapi, Candi Lumbung dibongkar dan akan dipindahkan sementara ke Dusun Tlatar, Kecamatan Sawangan. Pembongkaran direncanakan September-Oktober 2011, sebelum musim hujan tiba.

Saat ini, karena berkali-kali terdampak erupsi Gunung Merapi, batu-batu penyusun Candi Lumbung tersisa 65 persen dari bangunan awal. Selain tanpa bagian atap, bangunan candi juga tanpa batuan kulit, yang merupakan lapisan terluar tubuh candi yang biasa dihiasi relief.

Bagian bawah Candi Lumbung masih tertutup tanah. Menurut Murdjijono, melihat karakteristik tanah tempat berdirinya candi, yang berupa tanah padas, jumlah lapisan batuan di bagian bawah berkisar tiga lapis batuan saja.


Alasan keterdesakan

Candi Lumbung mendesak dipindahkan karena ada di tebing tepi Kali Apu. Kali Apu berhulu di Gunung Merapi, yang beberapa kali dialiri material lahar dingin. Jarak candi dengan bibir tebing hanya 0,80 meter.

Wagiyo, salah satu pekerja, mengatakan, pembongkaran batu-batu candi dilakukan secara manual. Batu-batu diluncurkan di atas papan. ”Berat batu-batu penyusun Candi Lumbung ini berkisar 5 kilogram hingga 2 kuintal,” ujarnya. (EGI)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori