Oleh: hurahura | 9 Januari 2011

Perairan Jakarta Kaya Benda Kuno

Warta Kota, Jumat, 12 November 2010 – Di masa lampau perairan Kepulauan Seribu di Jakarta Utara, banyak dilewati kapal-kapal kargo asing. Rupa-rupanya perdagangan dengan kerajaan-kerajaan besar di Nusantara sudah terjalin sebelum terbentuknya Batavia. Hal ini diketahui dari banyaknya peninggalan bawah air di perairan ini. Berbagai benda arkeologi seperti keramik, logam, dan kaca banyak ditemukan nelayan tradisional secara tidak disengaja. Sejak itu perburuan benda-benda kuno dari sisa-sisa kapal karam, gencar dilakukan secara ilegal.

Pada 1997 dilakukan pencarian dan penggalian secara legal di dekat pertambangan minyak Intan. Situs Intan ini menghasilkan sekitar 11.000 buah barang yang sangat menakjubkan dari sebuah kapal yang dianggap tertua di Asia Tenggara. Pengujian dengan pertanggalan Radio-Carbon, diperkuat dengan analisis keramik dan koin Cina, menunjukkan artefak-artefak tersebut berasal dari abad ke-10.

Sedangkan dari badan kapal yang tersisa, disimpulkan bahwa kapal itu adalah perahu layar buatan Indonesia. Mungkin kapal itu sedang dalam pelayaran dari ibukota Sriwijaya, Palembang, menuju ke Jawa Tengah atau Jawa Timur. Muatan kapal itu berupa keramik Cina, lantakan logam, perhiasan, cermin Cina, barang kaca dari Arab, dan aneka bahan barang organik.

Sebelumnya, pada 1991 petugas patroli TNI-AL pernah menangkap dan menyita benda-benda purbakala yang diambil tanpa izin dari sekitar Pulau Jaga Utara. Semua benda berupa keramik, terdiri atas mangkuk, piring, botol, pasu, kendi, cepuk, dan guci. Dari hasil identifikasi diketahui keramik-keramik tersebut berasal dari Cina, terutama dari provinsi Guangdong, dibuat pada abad ke-10 hingga ke-13 pada masa dinasti Song.

Pada 2005, patroli TNI-AL juga menyita sejumlah benda kuno yang diangkat tanpa izin dari perairan Pulau Belanda. Barang-barang itu berupa lebih dari 200 potong keramik, benda logam, dan gading gajah. Seluruhnya merupakan barang-barang buatan Cina dari abad ke-17 dan ke-18, masa pemerintahan dinasti Qing.

Jelas, perairan Jakarta telah berperan penting sejak lama dalam mengisi sejarah kuno Indonesia. Untuk itu perlu kesadaran dan kepedulian dari kita bersama agar data yang masih terpendam itu, tidak diganggu oleh tangan-tangan jahil manusia. (Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori