Oleh: hurahura | 17 Januari 2011

Bukti Baru, Neanderthal Memasak Tumbuh-tumbuhan

Peneliti menemukan bukti langsung bahwa Neanderthal memasak sayur-mayur. (COURTESY OF GEORGE WASHINGTON UNIVERSITY)

epochtimes.co.id, Sabtu, 15 Januari 2011 – Neanderthal (anggota genus Homo yang telah punah dan berasal dari zaman Pleistosen) dari 36.000 tahun silam memakan berbagai sayur-mayur dan bahkan juga memasak beberapa darinya, ditemukan oleh sebuah studi baru-baru ini.

Studi itu dipublikasikan secara online di PNAS pada 27 Desember, analisa terhadap bahan tumbuh-tumbuhan yang terperangkap di gigi yang terdapat pada tujuh gigi dari tiga Neanderthal yang ditemukan dari Belgia dan Irak. Spesimen itu masing-masing berusia lebih dari 36.000 sampai 50.000 tahun silam.

“Data kami menunjukkan bahwa Neanderthal dalam kedua lingkungan tersebut memasukkan aneka makanan nabati dalam menunya, termasuk biji gandum (Triticeae cf. Hordeum), kurma (Phoenix), tumbuhan polong /kacang-kacangan (Faboideae), umbi-umbian serta tumbuh-tumbuhan lain yang masih belum dikenal, dan sebagian tumbuh-tumbuhan yang dikonsumsi itu telah dimasak,” tulis dalam makalah penelitian itu.

“Banyaknya kanji biji gandum menunjukkan kerusakan yang berasal dari perbedaan teknik memasak.”

Peneliti menemukan bahwa kerusakan yang terjadi pada tumbuhan ini cocok dengan pembakaran atau perebusan.

Penelitian sebelumnya, seperti ditemukannya tungku dan bahan yang terbakar, menunjukkan bahwa Neanderthal dapat memasak, tetapi ini adalah studi pertama kali yang telah menemukan bukti langsung pada perilaku tersebut.

“Bukti lain menunjukkan bahwa pola mencari makan Neanderthal lebih banyak menyerupai manusia modern, termasuk binatang buruan kecil, sumber daya kelautan, makanan nabati, sama-sama menggunakan api, beberapa cara memasak, serta beberapa cara pengolahan makanan lainnya, dan perilaku ini mungkin telah mengulur mundur waktu ke Pertengahan Pleistocene [antara 781.000 sampai 126.000 tahun silam],” kata peneliti dalam makalahnya, mengutip sebuah studi pada 2009. (Stephanie Lam/The Epoch Times/pls)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori