Oleh: hurahura | 23 Januari 2011

Dominasi Eropa dalam Warisan Budaya

Koran Sindo, Minggu, 23 Januari 2011 – Dunia selalu mewariskan kecantikannya dari waktu ke waktu.Manusia pun tak pernah tidak takjub saat menyaksikan keajaiban yang tercipta di muka bumi ini dan ingin senantiasa mengabadikannya.

SEBANYAK 14 titik menancap pada sebuah peta berskala besar. Belasan bangunan itu berdiri kokoh, mulai dari Spanyol, Jepang, hingga Timbuktu.

Sepuluh bulan dari sekarang, 7 dari 14 bangunan bernilai historis itu akan dikukuhkan menjadi Tujuh Keajaiban Dunia. Kehidupan di Andalusia melantun bersama keindahan gedunggedung historis.Warga Andalusia, daerah otonomi di selatan Kerajaan Spanyol menjaga kelestarian gedung-gedung supaya anak cucu mereka memiliki warisan kisah yang tak akan punah dicengkeram waktu. Tiap gedung punya kisah masing-masing. Kisah-kisah bertaut dengan perpaduan arsitektur Arab dan Kristen yang kental,menjadikan Andalusia sebagai daerah yang sungguh layak dikunjungi.Di antara barisan bangunan historis, berdiri sebuah mahakarya peninggalan dinasti Moorish, Istana Alhambra. Dulu, sebelum dikukuhkan menjadi istana raja, orang-orang menyebut bangunan di Granada, Andalusia, itu dengan nama “Kastel Alhambra”.

Berdasar catatan sejarawan, Kastel Alhambra dibangun pada abad 9. Kastel Alhambra berubah status menjadi istana kala Raja Mohammed V memimpin dinasti Moorish di Granada atau yang dikenal dengan Nasriden. Tidak seperti istana-istana pada masanya, Alhambra justru dikenal sebagai kediaman raja yang “tak punya bentuk dasar”. Dalam arti,pembangunan awal Alhambra tidak disertai “rencana utama” atau masterplan. Ketiadaan rencana utama itu lantas membuat denah beberapa sudut tiga dimensi Alhambra cenderung abstrak. Meski demikian, tetap saja Alhambra istimewa. Bagaimana tidak? Bangunan itu jelas-jelas menampilkan arsitektur vernakular khas Spanyol.

Lebih dari itu, ada nilai-nilai yang dipinjam dari arsitektur Arab untuk kemudian diterjemahkan lewat tampilan setiap struktur bangunannya. Pantas bila warga Spanyol dan wisatawan asing beramai-ramai mengunjungiAlhambra.Air terjun yang menghiasi halaman Alhambra selalu menjadi tempat bercengkerama yang menarik.Berada dalam gerbang Alhambra layaknya tengah menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Badan Kebudayaan Dunia (UNESCO) lantas mengukuhkan istana Alhambra sebagai salah satu Warisan Dunia. Demikian pula yang tengah dilakukan panitia pemilihan Tujuh Keajaiban Dunia.

Alhambra berada di antara 14 finalis Tujuh Keajaiban Dunia, bersanding dengan enam bangunan asal Eropa lain. Mereka adalah Kastel Neuschwanstein (Jerman), Stronehenge (Inggris),The Acropolis of Athens (Yunani), Menara Eiffel (Prancis), Hagia Sophia (Turki), dan Kremlin and Red Square (Rusia). Neuschwanstein merupakan salah satu kastel ternama di Schwangau, Jerman. Neuschwanstein dibangun pada abad 19 atau bertepatan dengan era pergerakan arsitektur Gothic Revival (Neo- Gothic). Kastel dibangun untuk menghormati komponis kebanggaan Jerman Richard Wagner.

Beberapa waktu seusai pembangunan tuntas, kastel digunakan sebagai pertapaan Raja Bavaria.Wajar jika pengamanan di sekitar kastel menjadi sangat ketat. Tidak ada orang asing di luar anggota kerajaan yang boleh keluar masuk kastel.Arsitek utama kastel,Eduard Riedel sengaja menempatkan Neuschwanstein jauh dari perkotaan.Tujuannya supaya raja mencapai kedalaman sepanjang proses permenungannya. Kastel Neuschwanstein akhirnya dibuka untuk umum pada 1886. Sejak saat itu, tercatat sekitar 60 juta orang berkunjung untuk menikmati keindahan dalam kesunyian Kastel Neuschwanstein.

Kastel yang dari luar tampak muram itu bahkan muncul di beberapa produksi film sekaligus menjadi inspirasi potret kastel pada logo Disneyland. Dari Jerman, kita bergerak ke Inggris. Tepat 21 Juni 2010 lalu, kawasan yang terletak 13 km di sebelah utara Salisbury,Inggris,itu disesaki sekitar 20.000 pengunjung. Padahal, waktu baru beranjak dari pukul 00.00 waktu setempat. Puluhan ribu orang berbekal selimut dan minuman hangat berdiang di depan api unggun, dekat situs purbakala Stonehenge. Hari itu, 21 Juni 2010, belahan bumi utara mengalami sekaligus merasakan apa yang disebut titik balik matahari pada musim panas (summer solstice).

Momen itu menandai hari terlama dalam setahun, bersanding dengan titik balik lainnya,yakni winter solstice. Bukan kebetulan bila Stonehenge dipilih menjadi tempat untuk merayakan summer soltice. Perayaan summer solstice di Stonehenge adalah tradisi. Ketika sinar matahari memecah di antara bentukan batuan Stonehenge, seketika makna bergelayut pada kedalaman tertentu. Di antara bebatuan kokoh Stonehenge, warga London dan sekitarnya menghadap ke arah terbitnya matahari.Mereka memusatkan pikiran dan rasa, demi menyambut datangnya sinar kemerahan yang menandai bermulanya summer solstice. Ikon prasejarah Inggris itu tidak hanya memperkenalkan diri sebagai “tempat perayaan summer solstice”.

Stonehenge hadir untuk memberikan gambaran masa prasejarah, ribuan tahun sebelum Masehi (SM).Hingga saat ini,arkeolog berkeyakinan bahwa Stonehenge dibangun pada 2500 SM. Beberapa batuan bergantung kokoh di atas bentukan yang lain. Bagian kehidupan megalitikum itu menjejak kuat di atas karpet rumput hijau, seakan tidak mau bergeser barang sejengkal. Pada masa lampau,Stonehenge dimiliki beberapa orang penting di Kerajaan Inggris. Raja Henry VIII pernah memiliki Stonehenge.Namun hanya beberapa tahun, sebelum sang Raja menyerahkan kepemilikan Stonehenge kepada Earl of Hertford. Setelah itu, Stonehenge berpindah tangan ke Lord Carleton dan selanjutnya Marquis of Queensbury.

Setelah diakui sebagai milik si ini dan itu selama beberapa kali, pada 1928 Stonehenge secara resmi berada di bawah perlindungan National Trust. Stonehenge memang tidak meninggalkan catatan tertulis tentang kehidupan ribuan tahun yang tidak kita kenal. Namun, Stonehenge dengan kekokohan batuan serta kesetiaannya menyambut matahari pagi telah membuat UNESCO terkesiap. Pada 1986, UNESCO mengukuhkan Stonehenge sebagai salah satu Warisan Dunia. Gelar baru itu membuat nama Stonehenge kian naik daun. Kartu poskartu pos berhias gambar Stonehenge laris di pasaran. Kartu poskartu pos itu yang barangkali menghubungkan masyarakat terkini dengan kisah peradaban Stonehenge pada masa lampau.

Angkor adalah salah satu situs arkeologi terpenting di Asia Tenggara. Terbentang sekitar 400 km2, Angkor membisu dalam sisa pergolakan di bawah bayang Kerajaan Khmer. Candi Angkor Wat yang menjadi bagian dari Angkor menjadi salah satu tujuan utama wisatawan. Banyak potret menarik dihasilkan dari kecantikan struktur candinya. Angkor adalah citra kemolekan Kamboja, negeri yang pernah didera sejarah kelam.Kekejian Pol Pot dan pasukan Khmer Merah sudah habis dimakan halaman sejarah. Kini saatnya Angkor bangkit dan memperlihatkan kemolekan yang sempat dipendam.

Dengan kekuatan barunya, Angkor pasti sanggup meraih tangan-tangan wisatawan untuk menikmati keindahan yang pada akhirnya menggelapkan kekejian Khmer Merah. Kyoto,kota terpenting di Pulau Honshu,Jepang,memilikikekhasan tersendiri.Di suatu tempat bernama Monumen Kuno Bersejarah Kyoto, tampak sebuah bangunan dalam balutan warna oranye. Itulah Kuil Kiyomizu, tempat pemeluk agama Buddha memanjatkan doa-doa dan harapan. Kuil Kiyomizu terletak di atas tanah tinggi.Tempat yang nyaman untuk berdoa.Ini mengingat angin dingin dan kesunyian dataran tinggi selalu menyelimuti Kuil Kiyomizu.

Angkor dan Kiyomizu, dua situs yang membuktikan kemolekan serta kekayaan budaya di kawasan Asia. Pada 11 November 2011 nanti,tujuh dari 14 finalis akhirnya dikukuhkan menjadi Tujuh Keajaiban Dunia. (anastasia ika)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori