Oleh: hurahura | 20 Maret 2012

Remaja Abad Ke-7 Dimakamkan di Tempat Tidur

AP Photo/University of Cambridge

Foto salib emas bertabur batu mulia ini dipublikasikan tim Universitas Cambridge, Inggris, Jumat (16/3). Salib emas itu adalah salah satu benda yang ditemukan dalam ekskavasi arkeologi di dekat Cambridge, tahun lalu, di dekat kerangka seorang remaja dari abad ke-7 yang dimakamkan di atas ranjang berornamen, bersama pisau besi, dan tas kecil berisi manik-manik.

KOMPAS, Sabtu, 17 Maret 2012 – Para arkeolog yang mengadakan penggalian di dekat Cambridge, Inggris, mendapatkan penemuan yang mencengangkan dan misterius: kerangka seorang remaja yang dikubur di atas ranjang berhiaskan salib emas dan batu akik merah. Ditemukan juga pisau besi dan manik-manik dalam tas kecil. Kerangka itu diperkirakan berasal dari abad ke-7.

Para ahli mengatakan, kuburan itu merupakan contoh praktik pemakaman Anglo-Saxon yang tidak biasa. Sangat sedikit keterangan mengenai cara pemakaman seperti ini. Hanya ada beberapa puluh penemuan pemakaman di tempat tidur di Inggris.

Salah satu arkeolog mengatakan, kuburan ini membuka jendela periode transisi ketika para penyembah berhala Anglo-Saxon secara bertahap berpindah menjadi Kristiani.

”Kita tepat berada pada masa kedatangan kembali Kristiani ke Inggris,” kata Alison Dickens, Manajer pada Unit Arkeologi Universitas Cambridge.

Kuburan itu diperkirakan berasal dari antara tahun 680 dan 650 sebelum Masehi. Situs itu ditemukan sekitar setahun lalu di Trumpington Meadows, kawasan di luar Cambridge.

Howard Williams, seorang profesor arkeologi pada Universitas Chester yang tidak terlibat dalam penemuan tersebut, mengatakan, pemakaman dengan menggunakan tempat tidur ini sangat langka.

Tetapi, dia mengatakan, cara pemakaman seperti ini juga dilakukan di daratan Eropa. Menurut Williams, Anglo-Saxon menjelajah hingga menyeberangi selat untuk mencari inspirasi.

”Ini merupakan bagian dari identitas Eropa dalam kehidupan dan kematian,” ujarnya lagi.


Perpaduan

Dickens mengatakan, kuburan remaja ini menarik karena merupakan perpaduan antara beberapa jenis pemakaman tradisional. Pisau yang ditemukan diperkirakan untuk menjaga agar tas kecil berisi manik-manik tetap berada di tempatnya. Hal itu adalah perlambang devosi Kristen yang sangat kuat.

Kuburan itu, menurut Williams, mengindikasikan adanya akhir dari sebuah sistem kepercayaan serta permulaan dari sistem lain.

Perhiasan remaja itu merupakan salib emas berukuran lebar sekitar 3,5 sentimeter, dihiasi dengan batu akik merah. Hiasan ini menandakan dia adalah anggota keluarga aristokrat Anglo-Saxon. Diperkirakan usianya 15 tahun, tetapi kerangkanya belum dianalisis menggunakan radio karbon. Analisis radio karbon akan membantu para ahli menentukan di mana dan pada situasi apa remaja itu bertumbuh.

Tiga sisa jenazah Anglo-Saxon juga ditemukan di dekat penemuan tersebut. Namun, tidak jelas apakah orang yang dikubur bersamaan itu saling berhubungan.

Alasan di balik cara penguburan di tempat tidur masih menjadi perdebatan.

”Dalam bahasa Inggris kuno, kata ’tempat tidur’ dan ’kuburan’ memiliki arti sama karena itu merupakan tempat kita terbaring. Sangat menarik jika mengetahui hubungan keduanya. Anda terbaring, tetapi dalam waktu yang lebih lama, saya rasa,” katanya. (AP/JOE)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori