Oleh: hurahura | 10 Agustus 2012

Meski Dilindungi Tetap Dibongkar (4 – Habis)

Gedung yang pernah ditempati Ditjen Kebudayaan (Foto: internet)

Warta Kota, Sabtu, 4 Agustus 2012 – Adanya Undang-undang Cagar Budaya 2010 tidak membuat jera nyali pengusaha. Maret 2012 satu lagi bangunan kuno bersejarah dibongkar. Gedung itu terletak di Jalan Cilacap No.4, Jakarta Pusat. Pada awalnya, gedung yang dibangun tahun 1921 oleh Pemerintah Belanda itu, digunakan sebagai kantor Departement voor Onderwijs en Eredienst (Departemen Pendidikan dan Pengajaran). Selanjutnya menjadi kantor De Telefoongebouw. Pada awal kemerdekaan sekitar tahun 1945-1946 menjadi tempat rapat Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP) dan selama 1946-1949 merupakan tempat kegiatan Angkatan Pemuda Indonesia (API).

Pada 1950-1968 gedung ini difungsikan kembali sebagai kantor Departemen Pendidikan dan Pengajaran RI. Sejak 1970-an Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, berkantor di sini hingga 1996. Beberapa menteri pernah berkantor di tempat ini, antara lain Dr. Bahder Djohan, Mr. Wongsonegoro, Mr. Mohammad Yamin, Prof. Ir. RM. Suwandi, Ki Sarino Mangunpranoto, dan Prof. Dr. Prijono.

Di mata para arsitek, bentuk bangunan dinilai memiliki keunikan tersendiri, sehingga menerima Penghargaan Sertifikat Sadar Pemugaran 1996. Bagian depan gedung berlantai dua, sedangkan di bagian belakang merupakan bangunan tiga lantai. Tangga sebagai pemisah kedua bagian bangunan ditampilkan dengan jelas, merupakan hal biasa yang lazim digunakan masa itu. Ragam hias bangunan, menurut laman jakarta.go.id, banyak menampilkan motif geometris, mulai dari hiasan kerucut segi delapan di kanopi beratap datar di bagian dalam, sampai pada detail hiasan pada lubang angin dan pagar pembatas balkon pada bagian luar bangunan tiga lantai. Gedung ini pernah ditukar guling oleh pihak Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan perusahaan swasta. Universitas Bung Karno pernah memanfaatkan gedung ini.

Sebenarnya Tim Sidang Pemugaran DKI Jakarta tidak memberi izin pembongkaran. Apalagi gedung ini termasuk dalam kategori bangunan cagar budaya golongan A, yang berarti dilarang dibongkar atau diubah. SK-nya sudah ditetapkan oleh Pemda DKI Jakarta sejak 1999.

Dulu di kantor inilah pemegang otoritas kepurbakalaan se-Indonesia mengeluarkan kebijakan. Tapi kini justru gedung tersebut dilecehkan, bukti sikap ketidakpedulian para elit penguasa dan pengusaha akan warisan budaya. Memang pengusaha akan membangun kembali gedung yang sudah terlanjur dirobohkan itu, tapi nilai sejarah dan arsitekturalnya akan berkurang. (Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: