Oleh: hurahura | 24 April 2016

Situs Sumur Bandung di Kediri

Sumurbandung-1Situs Sumur Bandung sudah diberi pelindung

Memasuki Situs Sumur Bandung susah-susah gampang. Jalannya sempit, sesekali jalan kecil itu longsor. Situs itu terkenal di kalangan warga karena masih digunakan hingga saat ini, terutama sebagai Punden Desa.

Situs Sumur Bandung merupakan sebuah situs yang terdiri atas sebuah sumur kuno yang terletak di tengah hamparan ladang tebu. Tanah di sekitar situs, banyak digunakan warga sekitar untuk usaha pembuatan batu bata. Situs Sumur Bandung sudah tertata dengan baik. Terdapat cungkup dari genteng yang menaungi sumur.

Di dalam pagar situs terdapat beberapa batu menyerupai umpak yang di semen dan beberapa batu lainnya diletakkan begitu saja di atas tanah. Juga terdapat sebuah lumpang dengan kondisi yang masih bagus.

Sumur Bandung ini termasuk sumur yang unik. Bagian atasnya terdiri dari sebuah jobong terbuat dari batu andesit. Bentuknya semacam gentong dengan bagian atas dan bagian dasar yang berlubang. Saat kita melongok ke dalam jobong ini akan terlihat sumur berbentuk persegi yang tersusun dari bata-bata kuno berukuran besar. Nun jauh di dalam sumur, masih terdapat air tanah dalam jumlah melimpah.

Jobong batu seperti di Sumur Bandung juga bisa kita temukan di dekat Prasasti Padangan, Kediri dan di Gua Surowono, Kediri. Jobong di Sumur Bandung juga memiliki keunikan tersendiri, pada bagian permukaannya terdapat bidang persegi yang menonjol. Pada bidang persegi inilah, dahulu terdapat pahatan angka tahun atau setidaknya suatu inskripsi singkat. Sayangnya, pahatan tersebut sudah rusak akibat ulah tangan manusia, juga karena aus dimakan usia.


Punden Desa dan Permukiman Kuno

Sebagai Punden Desa, saat acara 17-an atau saat acara Bersih Desa, banyak warga berduyun-duyun ke mari untuk mengadakan selamatan dan saling menukar nasi besek. Juga untuk mempererat rasa syukur dan silaturahmi.

Saat ada warga yang memiliki hajatan, semisal akan mengadakan acara khitanan maupun perkawinan, sebelumnya mereka mengadakan selamatan di Situs Sumur Bandung. Bukan hanya warga sekitar, banyak warga dari luar daerah melakukan semedi di Situs Bandung. Bahkan mengambil airnya yang dipercaya memiliki khasiat.

Seperti kebanyakan situs masa klasik lainnya, situs ini juga pernah dirusak sekelompok orang tak bertanggung jawab. Jobong batu andesit dilempar dan dipecah menjadi beberapa bagian. Bagian-bagian yang pecah itu kemudian disemen kembali hingga tampak utuh oleh masyarakat sekitar. Bekas semenan pada jobong ini masih terlihat sampai sekarang.

Sumurbandung-2Pecahan tembikar kuno dan batu bata kuno di areal persawahan

Kawasan Situs Sumur Bandung dulunya diduga merupakan bekas permukiman kuno. Terdapat lumpang andesit yang pecah di sekitaran tanah situs. Bahkan, daerah kebun tebu di sekitar situs banyak terdapat pecahan bata kuno dan pecahan tembikar kuno. Dulu, masih banyak terdapat struktur bata kuno, tapi sekarang banyak yang hancur akibat tanahnya dikeruk dijadikan bahan membuat bata merah dan juga hancur terkena pacul dan bajak sawah. Di beberapa tempat yang letaknya agak ke bawah, jika beruntung kita masih bisa melihat beberapa struktur bata kuno menyempul di antara lapisan tanah dalam kondisi lumayan utuh.

Banyak peninggalan sejarah di pusat Kerajaan Kadhiri ini bernasib mengenaskan. Ada yang hilang dicuri, dijadikan makam, dan yang terbaru, Candi Setonogedong yang berusaha dihancurkan. Tapi untungnya bisa dihentikan (entah bisa bertahan sampai kapan).


Menuju Situs

Situs Sumur Bandung berada di Jalan Sumur Bandung, Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kediri. Situs ini berupa sebuah sumur kuno dari bahan batu.

Untuk menuju situs Sumur Bandung, dari Kota Kediri arahkan kendaraan ke Perempatan Bence (200 meter dari Pasar Grosir Ngronggo) atau dari alun-alun Kota Kediri lurus ke arah Tulungagung, sampai pertigaan Ngronggo belok kiri. Lurus saja sampai bertemu Perempatan Bence. Bisa juga ditempuh melalui Pasar Pahing, lurus menuju perempatan Rumah Sakit Baptis, belok kanan sampai ke Perempatan Bence. Jika dari arah Blitar bisa lewat Kecamatan Udanawu dan terus saja sampai menemukan Perempatan Bence.

Dari Perempatan Bence belok ke Kelurahan Betet. Terus saja sekitar satu kilometer sampai menemukan perempatan yang ada tong besar di tengahnya (sebelum Perumahan Mutiara Residence). Dari perempatan ini belok kanan. Setelah belok kanan, lurus saja sampai mentok di ujung jalan, lalu belok kiri dan lurus sampai mentok lagi.

Habis mentok jalan kedua kalinya ini, belok kiri sekitar 50 meter sampai menemukan pertigaan di sebelah kiri jalan dan bertuliskan Jalan Sumur Bandung. Sekitar seratus meter di sebelah kanan terdapat jalan besar bertuliskan Jalan Sumur Bandung. Masuk lagi sejauh 20 meter sampai menemukan jalan tanah menembus ladang tebu di kanan jalan. Hanya motor yang bisa masuk, mobil parkir di tepi jalan. Kalau kesasar, jangan ragu bertanya ke warga sekitar.

Tak ada angkutan umum ke Situs Sumur Bandung. Dari arah Tulungagung maupun Surabaya bisa naik bis menuju Kediri (dari Blitar naik angkot menuju Kediri yang melewati Udanawu) dan turun di Pasar Bence dan lanjut menggunakan becak maupun ojek.

Laporan dan foto: AS


Responses

  1. “Seperti kebanyakan situs masa klasik lainnya, situs ini juga pernah dirusak sekelompok orang tak bertanggung jawab. Jobong batu andesit dilempar dan dipecah menjadi beberapa bagian.”

    ……………………

    Wuaduh, ini rada memprihatinkan.
    Tapi saya tetap suka dengan gaya bahasa penulisannya yangsejuk dan enak dibaca.

  2. Antiq..gan. Sayang nya masih kurang nya perhatian dari fihak terkait dg peninggalan2 situs bersejarah kita. Coba,saja seumpama warga geger karena mendapatkan harta terpendan.mas,perak dll. Maka,barulah mereka ber bondong2 mendatangi dan membawa semua yg sdh ditemukan warga,dg alasan klasik..TST..🙂

  3. Mas AS ini asli org mana sih koq seneng blusukan..tapi bagus artikelnya bro..tetap semangat meliput situs peninggalan leluhur ya bro…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: