Oleh: hurahura | 24 Juli 2010

Sistem Drainase Kuno Selamatkan Kota Dari Banjir

Erabaru News, Kamis, 22 Juli 2010

[Foto dari http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/asia/china%5D

Sebuah sistem drainase berumur 900 tahun telah menyelamatkan sebuah kota di China selatan dari ancaman banjir yang menewaskan lebih dari 100 orang dan jutaan kehilangan tempat tinggal di seluruh wilayah.

Hujan lebat di musim panas dan banjir bandang telah menyebabkan kerugian miliaran dollar. Hampir 40 orang tewas pekan ini saja dalam serangkaian tanah longsor. Dam modern bernama Three Gorges Dam, yang dibangun untuk menahan 22 miliar meter kubik air banjir, kemungkinan akan diuji daya gunanya.

Namun demikian di kota kuno Ganzhou dengan populasi 100.000 penduduk, di provinsi Jiangxi, China selatan, aman dan kering, berkat dua saluran yang dibangun selama dinasti Song. Saluran ini terbukti jauh lebih efektif daripada sistem saluran pembuangan modern dalam menghadapi banjir.

Saluran Dibangun Sebelum Perang Salib

[Peta parit Fushou pada Dinasty Qing. (Epoch Times archive)]

Menurut catatan sejarah, Ganzhou dulu sering dilanda banjir yang serius. Ketika Liu Yi menjabat sebagai Walikota (1068-1077), ia merancang dan membangun jalan-jalan kota, dan membangun dua saluran sesuai dengan tata letak jalan dan fitur medan. Dia menyebut saluran itu “fu” atau keberuntungan, dan “shou” atau umur panjang.

Dua terowongan panjang, yang dibangun dengan batu bata dengan panjang seluruhnya 7,83 mil atau 12,6 km jauhnya, menyilang di kota dan air mengalir ke dua kolam yang berfungsi sebagai reservoir.

Sistem drainase kota juga menggunakan terowongan alam yang dengan cepat menyalurkan air keluar.

Sistem ini menyediakan fungsi yang komprehensif untuk pembuangan limbah perkotaan, drainase hujan dan kontrol kelembaban. Reservoir, digunakan untuk memelihara ikan, dan lumpur digunakan sebagai pupuk organik sayuran, membentuk siklus lingkungan alam.

Young Wan, seorang ahli museum antik peninggalan Kota Ganzhou, mengatakan bahwa pompa air digunakan jika kemiringan parit tidak cukup tinggi. Namun, parit Fushou mengambil keuntungan karena perbedaan medan di daerah perkotaan yang secara alami menyalurkan air hujan langsung ke sungai.

Beberapa ahli memperkirakan parit dapat menangani tambahan tiga atau empat kali curah hujan saat ini dan kapasitas pengolahan limbah.

Untuk diketahui Liu Yi dipromosikan ke posisi setara dengan Wakil Menteri Sumber Daya Air pada 1087. (EpochTimes/man)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: