Oleh: hurahura | 16 Juni 2011

Koleksi-koleksi Pertama Museum Nasional

Warta Kota, Selasa, 14 Juni 2011 – Pada 24 April 1778 sekelompok cendekiawan dan kolektor bangsa Belanda di Indonesia mendirikan sebuah lembaga ilmu pengetahuan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Badan swasta ini bertujuan memajukan penelitian dalam bidang kebudayaan dan keilmuan. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari kelahiran Museum Nasional.

Berbagai koleksi benda masa lampau banyak disumbangkan ke lembaga ini. Dalam beberapa tahun saja terkumpul benda-benda prasejarah, arkeologi, keramik asing, dan koleksi-koleksi lain. Koleksi prasejarah yang pertama kali dimiliki Museum Nasional adalah sebuah kapak batu berukuran 43 cm x 3 cm. Kapak ini berasal dari daerah Ciparay, Bandung. Mungkin merupakan hadiah dari seorang kepala desa.

Koleksi arkeologi pertama yang dimiliki Museum Nasional berupa arca Siwa Trisirah. Arca ini mudah dikenali karena memiliki tiga buah kepala. Siwa merupakan salah satu dewa terpenting dari Trimurti. Arca Siwa Trisirah terbuat dari batu. Tempat penemuannya tidak diketahui pasti, hanya dikatakan dari daerah Pekalongan (Jawa Tengah). Kemungkinan, merupakan bagian dari sebuah candi karena di Jawa Tengah banyak bertebaran candi, baik yang masih utuh maupun berupa reruntuhan.

Piring, merupakan koleksi pertama yang dimiliki Seksi Koleksi Keramik Museum Nasional. Sayang, asal-usul piring berdiameter 38 cm ini belum diketahui. Namun berdasarkan penelitian keramologi diperkirakan piring tersebut berasal dari abad ke-12 hingga ke-14. Pemilik pertama piring tersebut adalah Orsoy de Flinnes, seorang kolektor keramik. Sebagian terbesar koleksi keramik di Museum Nasional merupakan sumbangan pribadi de Flinnes.

Anyaman daun nipah dalam bentuk tutup kepala merupakan koleksi pertama dari Seksi Etnografi. Koleksi ini berasal dari Mentawai, Sumatera Barat, berukuran panjang 120 cm dan lebar 58 cm. Koleksi ini dicatat pertama kali oleh G.W. de Bruyn.

Koleksi Relik Sejarah yang pertama kali adalah tempayan tanah liat. Pada bagian badannya terdapat ragam hias tumbuh-tumbuhan. Tempayan ini digunakan sebagai wadah air. Sedangkan koleksi Geografi yang pertama adalah Peta Keraton Majapahit, hasil rekonstruksi dari kitab Nagarakretagama. Peta ini berukuran panjang 60,5 cm dan lebar 54,5 cm dengan skala 1:10.000.

Kalau pada awalnya, yakni tahun 1778, Museum Nasional hanya memiliki sedikit koleksi, kini jumlah koleksinya mencapai 150.000. (Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori