Oleh: hurahura | 24 Maret 2011

Pascaerupsi Merapi: Candi Prambanan Terancam Lahar Dingin

KOMPAS – Rabu, 23 Maret 2011 – Lahar dingin Kali Opak mengancam kompleks Candi Prambanan di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat ini, aliran lahar telah berada lima kilometer di atas kompleks candi.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandriyo, di Yogyakarta, Selasa (22/3), mengatakan, saat ini aliran lahar dingin sudah mencapai Dusun Krebet, Desa Bimomartani, Kecamatan Ngemplak, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari puncak Merapi. Sementara kompleks Candi Prambanan hanya berjarak lima kilometer dari dusun yang menjadi pertemuan Kali Opak dengan Kali Gendol itu.

“Sekarang, material kasar lahar sudah sampai di sekitar Dusun Krebet. Namun, material halus lahar Merapi memang sudah sampai di aliran Sungai Opak di samping kompleks Candi Prambanan,” kata Subandriyo.

Menurut Subandriyo, dampak aliran lahar dingin ke kompleks Candi Prambanan perlu diwaspadai. Sebab, dilihat dari polanya, aliran Sungai Opak yang melewati kompleks Candi Prambanan membelok ke arah kanan (barat daya), dan lalu mengalir ke selatan. Aliran lahar dari atas akan membentur tanggul di belokan, tepat di kompleks Candi Prambanan.

Untuk menghindari terjangan lahar dingin, BPPTK merekomendasikan pembangunan tanggul kuat dan tinggi di belokan Kali Opak, tepat di sebelah barat kompleks Candi Prambanan.

Selain mengancam Candi Prambanan, pada Selasa kemarin aliran lahar dingin Kali Opak menerjang permukiman warga di Dusun Plumbon. Wagimin, sukarelawan sekaligus warga Kepuharjo mengatakan, 10 rumah warga Dusun Teplok dan Panggung, Cangkringan, rusak parah akibat tertimbun lahar dingin berupa batu dan pasir.

Sementara itu kondisi Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, semakin kritis. Terjangan banjir lahar dingin sejak Sabtu pekan lalu terus berlanjut hingga Selasa kemarin. Desa di aliran Kali Putih itu kembali diterjang lahar dingin pada Selasa sekitar pukul 15.00, dan menjebol tanggul di empat titik. Dua tanggul merupakan tanggul yang sedang diperbaiki akibat terjangan banjir pada Sabtu lalu, sedangkan dua tanggul lagi merupakan jebolan baru. (ABK/HEN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: