Oleh: hurahura | 14 Agustus 2014

Kerajaan Medang Bisa Inspirasi Peradaban Kini

Sejarah dan peradaban Kerajaan Medang yang berdiri antara abad ke-8 dan ke-10 meninggalkan monumen kemegahan masa silam yang bisa dinikmati hingga kini. Lebih dari itu, kerajaan ini juga meninggalkan berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang masih bisa direvitalisasi pada zaman sekarang.

Demikian salah satu pokok pikiran yang muncul dalam seminar ”Sejarah dan Peradaban Medang” di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Rabu (13/8). Pembicara seminar adalah Ketua Pengurus Masyarakat Pecinta Warisan Medang Budiono Santosa, sejarawan UGM Riboet Darmosoetopo, Guru Besar Fakultas Geografi UGM Suratman, Staf Ahli Kementerian Riset dan Teknologi Ichwan Sukardi, dan budayawan Jaya Suprana.

Data Minim, Arkeolog Telusuri Jejak di Jawa Tengah

Medang adalah kerajaan kuno di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kerajaan ini berjaya antara abad ke-8 dan abad ke-10. Dalam kurun itu, sebagai salah satu wujud kemajuan budaya dan teknologi masa itu, telah dibangun bangunan monumental, yakni Candi Borobudur dan Prambanan. Keduanya telah diakui sebagai warisan budaya dunia.

Tinggalan hasil budaya pada masa Medang, diakui Riboet, sangatlah mengagumkan. Pada saat itu, diketahui hasil padi sangat berlimpah sehingga beras dijadikan barang dagangan yang dijual di tingkat lokal dan regional. Melimpahnya hasil padi ini tentu saja tidak lepas dari kemajuan teknologi dan kesuburan tanah.

”Semuanya terekam di relief di Candi Borobudur ataupun di dalam prasasti,” kata Riboet. Yang menarik, ujarnya, Candi Borobudur didirikan secara berkelanjutan dan terus-menerus.

Ichwan Sukardi menyatakan, dari peninggalan tersebut dapat diungkapkan berbagai pencapaian di bidang ilmu pengetahuan, tata negara, perekonomian, seni, dan agama.

Budiono Santoso menyatakan, data mengenai Kerajaan Medang minim. Ia pun melibatkan sejumlah arkeolog guna menelusuri data peradaban Kerajaan Medang di sebagian besar daerah Jawa Tengah. Tak hanya arkeolog, tim juga terdiri atas pemerhati sejarah dan lintas profesi, yang menggali data dan informasi dari berbagai sumber, baik di dalam maupun luar negeri. Budiono menyebutkan, sampai saat ini, diketahui daerah yang menjadi pusat peradaban Medang berada di Temanggung, Magelang, Purbalingga, Salatiga, dan Wonosobo.


Hingga Filipina

Riboet mengatakan, pengaruh peradaban Medang mencakup juga di Filipina selatan. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya prasasti di pantai Filipina selatan yang tertulis bertahun 822 Masehi, berbahasa Melayu Kuno, beraksara Kawi, dan berisi tentang utang-piutang.

”Bahasa Melayu Kuno, termasuk bahasa Kawi, tersebar luas saat itu hingga Madagaskar tidak lain karena keberhasilan transportasi kapal untuk keperluan dagang,” ungkapnya.

Jaya Suprana menuturkan, sejarah Medang bisa dijadikan inspirasi bagi siapa saja untuk membangun bangsa. Dari sejarah itu pula bisa diketahui kehebatan bangsa pada masa lalu. (TOP)

(Sumber: Kompas, Kamis, 14 Agustus 2014)

KOMENTAR

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: