Oleh: hurahura | 17 September 2013

Pelatihan Konservasi Bangunan Cagar Budaya Struktur Bata

Pembangunan dan perkembangan kota-kota besar maupun kecil di Indonesia jika tidak dikendalikan, maka akan berpengaruh terhadap keberadaan Benda Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, maupun Kawasan Cagar Budaya yang sudah barang tentu mengancam kelestarian Cagar Budaya tadi. Demi menyelamatkan Cagar Budaya setiap pemerintah di daerah sudah berusaha melakukan tindakan konservasi dalam bentuk pemugaran, pelindungan, pemanfaatan, dan bahkan revitalisasi. Namun upaya tersebut belum sepenuhnya didukung oleh sumber daya manusia yang dimiliki setiap Pemda atau Pemprov karena keterbatasan keahlian dan pengetahuan di bidang konservasi. Oleh karena itu Balai Konservasi menyelenggarakan workshop konservasi cagar budaya dalam bentuk pelatihan praktek lapangan bagaimana menangangi kerusakan Benda Cagar Budaya. Demikian dikatakan Candrian Attahiyyat, Kepala Balai Konservasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Menurut Candrian, praktek lapangan ini diutamakan bagi PNS pemprov DKI Jakarta. Namun, kesempatan juga diberikan kepada beberapa Pemda. Para peserta pelatihan terdiri atas para sarjana di bidang arkeologi, arsitektur, teknik sipil, planologi, dan ilmu lingkungan. Mereka antara lain berasal dari sejumlah suku dinas di DKI Jakarta, PT Kereta Api Indonesia, Balai Pelestarian Cagar Budaya, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Pelatihan Konservasi Benda Cagar Budaya Struktur Bata diselenggarakan pada 10-17 September 2013 bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Lokasi pengamatan adalah bangunan-bangunan kolonial di kota tua Jakarta dan benteng van der Wijk Gombong. Di Trowulan, lokasi pengamatan adalah Candi Brahu, Candi Bajang Ratu, dan Candi Tikus. Para pengajar berasal dari kalangan arkeologi, arsitek, dan tenaga konservator yang pernah menangani Candi Borobudur.


Foto-foto:

Pelatihan-01Gedung tua yang merana di Kawasan Kota Tua Jakarta

Pelatihan-02Peserta pelatihan konservasi sedang mengidentifikasi kerusakan

Gombongku-05Benteng van der Wijk di Gombong, pemugarannya tidak mengikuti
kaidah Cagar Budaya

Trow-02Candi Brahu berbahan bata di Trowulan

Iklan

Responses

  1. sebaiknya memang segera dan tanpa tunggu2 lagi .. laksanakan pendataan dan percepat renovasi ulang semua cagar budaya bangunan tua. kawasan lama… ajar ciri kota masa lalu tidak tergerus modernisasi… huuhh…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: