Oleh: hurahura | 31 Juli 2010

Candi Pari, Merana Diabaikan Sejarah

OLEH BUDI PRASETIYO

Muhamad Sahroni (37) menjelaskan sejarah berdirinya Candi Pari kepada para siswa yang duduk berjajar di bangunan candi. Para siswa manggut-manggut. Sesekali mereka bertanya sehingga pria itu mengulangi penjelasannya. ”Saya jelaskan lagi, candi ini didirikan pada masa kejayaan raja Hayam Wuruk,” ujar Roni, Minggu (13/6).

Pagi itu, Candi Pari yang berlokasi di Desa Candi Pari Kec. Porong dikunjungi siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Wangkal. Candi terbesar di Sidoarjo itu menjadi salah satu tujuan wisata budaya bagi masyarakat. Setiap bulan, tak kurang dari 500 orang mengunjungi candi yang dibangun pada zaman kejayaan Majapahit tersebut. ”Kebanyakan anak SD, SMP dan SMA, tapi masyarakat juga sering berkunjung terutama kalau malam,” ucap Roni.

Di komplek bangunan itu terdapat dua candi yakni Candi Pari dan Candi Sumur. Candi Sumur terletak 100 meter di sebelah selatan. Dulu dua candi tersebut berada dalam satu komplek. Tetapi lahannya didirikan rumah sehingga dua candi itu terpisah.

Bangunan candi Pari berbeda dengan ciri candi di Jawa Timur. Candi dari susunan bata itu berbentuk tambun dengan atap lancip. Bentuk bangunan itu mirip dengan corak candi dari Jawa Tengah. Sampai kini, candi tersebut juga menjadi salah satu tempat sembahyang warga Hindu. ”Banyak yang datang kesini untuk ritual,” tegas Roni.

Candi Pari mempunyai mitos sejarah. Menurut cerita, Raja Hayam Wuruk membangun candi itu untuk mengenang Joko Pandelegan yang telah menyelamatkan kerajaan Majapahit dari bahaya kelaparan.

Waktu itu, kata Roni, di sebuah desa bernama Kedungtas hidup seorang pemuda bernama Joko Walangtinuk. Pemuda itu mempunyai sahabat bernama Joko Pandelegan. Lantas, mereka berdua membabat hutan untuk ditanami padi. Hasil panen padi itu pun melimpah hingga terdengar sampai kerajaan Majapahit.

Mendengar keberhasilan itu, Raja Hayam Wuruk mengirim tentara kerjaaan untuk meminta padi dibawa ke istana. Sebagai ucapan terima kasih, Raja Hayam Wuruk memberikan Joko Walangtinuk jabatan dan dia diajak untuk mengabdi ke istana.

Pemuda itu mau mengabdi asalkan bisa mengajak sahabatnya yang bernama Joko Pandelegan. Namun, Joko Pandelegan menolak ke istana. Dia dan istrinya yang bernama Nyi Roro Walang Angin ingin tetap bertahan di desa itu. Lantas, Joko Pandelegan memasuki sebuah lumbung, sedangkan Nyi Walang Angin memasuki sebuah sumur. Keduanya lalu menghilang dan mukso. Untuk mengenang keduanya, Raja Hayam Wuruk membangun sebuah candi yang diberi nama Candi Pari dan Candi Sumur. Pengunjung juga mengenal kedua candi itu dengan Candi Lanang dan Candi Wedok. Bahkan, candi itu kini dijadikan nama desa setempat yakni desa. “Candi Pari dibangun di lumbung, Candi Sumur dibangun di sumur, kadang dipanggil Candi Lanang karo Wedok,” tambah Roni.

Sayang, kondisi bangunan itu sekarang kurang terawat. Beberapa bata yang ada di sudut bangunan setinggi 14 meter itu juga terlihat keropos. Patung-patung yang ada di dalam bangunan candi juga banyak yang tidak utuh. Beberapa patung hanya terlihat badannya saja karena kepalanya telah putus. Kondisi itu membuat kegagahan candi yang dibangun pada tahun 1371 itu seakan mulai sirna.

“Pengunjung ramai pada Sabtu dan Minggu saja. Atau kalau musim liburan,” tambah Roni. Mencapai lokasi candi tersebut agak sulit. Tidak ada petunjuk arah lokasi candi itu. Papan petunjuk pernah dipasang di Jalan Raya Porong telah raib. ”Dulu ada petunjuk di Siring, di tugu kuning tapi nggak tahu siapa yang nyabut,” tambah Roni lagi.

(surabayapost.co.id)


Responses

  1. 🙂
    adakah info lain mengenai situs di sidoarjo. seperti candi negoro atau prasasti yang ada di krian,
    terimkasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori