Oleh: hurahura | 25 Agustus 2011

Punden Mojorejo dan Batu-batu Terlantar

Batu-batu kuno dibiarkan terlantar karena tidak ada dana pemeliharaan.

Punden Mojorejo terletak di Desa Mojorejo, Kota Batu, Malang. Di situs itu terdapat peninggalan berupa fragmen-fragmen batu candi berbahan andesit dan bata kuna. Ada juga serta struktur yang diduga umpak.

Punden ini berada di sebelah Timur dari Gunung Wukir, segaris dengan Puncaknya. Sayang sekali tidak ada informasi yang jelas tentang keberadaan punden yang diduga merupakan reruntuhan tempat pemujaan tersebut.

Tempat itu dijaga oleh seorang juru kunci, yang sudah berumur. Dia memberi penjelasan bahwa punden tersebut sudah ada sejak dahulu. “Sejak zaman kerajaan dimana ada Raja Fir’aun, Tunggul Wulung, dan Raja Ababil,” katanya.

Banyak orang dari Surabaya, Kediri, Tulungagung, dan daerah lain datang ke sana untuk mencari berkat. Dari pengamatan lapangan, di samping fragmen batu candi dan bata kuna, ditemukan juga beberapa sajen berupa kembang dan cok bakal, serta prapen dan arang. Juga ada beberapa lembar kertas bertuliskan huruf Arab dan hitungan nomor yang kami curigai adalah togel (toto gelap).

Batu candi yang memprihatinkan. Terlilit akar dan disemen, di atasnya terdapat ‘sesajian’ untuk kepentingan peminat togel.

Sungguh mengenaskan ketika kami merefleksikan bahwa tempat tersebut yang dahulu merupakan tempat suci, tempat para WANAPHRASTIN melakukan olah YOGA SAMADHI guna mendekatkan diri kepada Hyang WIDHI, sekarang berubah menjadi tempat dimana orang mencari REZEKI dan INSPIRASI untuk sesuatu yang sangat duniawi seperti togel itu. Hilangnya Kesadaran akan kesucian suatu MANDALA dan terputusnya BENANG MERAH yang menghubungkan kita dengan KEARIFAN para LELUHUR kita, merupakan penyebab terjadinya semua itu.

Apakah situs tersebut harus dibiarkan terbengkalai, terus berfungsi seperti itu, ataukah ada tindakan lain? Sesungguhnya masyarakat adalah pemilik benda-benda tersebut, namun bukan untuk dirusak, melainkan harus dipelihara. (Diolah dari Forum Pandu Pusaka di Facebook)

Iklan

Responses

  1. malah ada yang menyatakan (Pak Slamet Sang juru kunci) bahwa tunggul wulung itu artinya Tunggul Ametung, wow

  2. Ya, kadang2 memang sekenanya, terutama dihubungkan dengan mitos.

  3. apapun kata orang mojorejo punya sejarah panjang……
    punden mojo kina telah musnah…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: