Oleh: hurahura | 17 Desember 2015

Sangkulirang-Mangkalihat Segera Jadi Warisan Dunia

Sangkulirang-1Lukisan kuno pada batu cadas di kawasan Sangkulirang-Mangkalihat (Ilustrasi/Foto: internet)

Hasil deliniasi atau penentuan batas area sementara di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat, Kutai Timur, Kalimantan Timur, menyisakan sekitar 90.000 hektar dari total 105.000 hektar yang diusulkan menjadi warisan dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Jika pemerintah serius, dalam lima tahun ke depan kawasan situs bersejarah ini bisa segera ditetapkan sebagai warisan dunia.

Konservasi lukisan cadas kuno berbasis perlindungan ekosistem kini sedang dikembangkan di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat. Kawasan situs yang terpelosok ini sangat menarik karena di goa-goa Sangkulirang- Mangkalihat terdapat sekitar 2.300 lukisan cadas kuno (rock art).

“Total luas kawasan karst di Sangkulirang-Mangkalihat mencapai 300 hektar, tetapi yang diusulkan menjadi warisan dunia seluas 100.000 hektar. Setelah dilakukan penentuan batas area, ruang yang tersisa untuk dilindungi sekitar 90.000 hektar karena 10.000 hektar di antaranya tertimpa batas-batas tata ruang yang ada,” kata peneliti komunikasi visual dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Pindi Setiawan, Selasa (15/12) di Jakarta.

Jika pemerintah serius, dalam lima tahun ke depan, kawasan situs karst ini bisa segera diakui UNESCO sebagai warisan dunia. Apalagi, sekarang Sangkulirang- Mangkalihat sudah bertengger pada peringkat pertama situs yang diusulkan sebagai warisan dunia.

Menurut Pindi, tahapan yang harus diselesaikan sekarang adalah penyempurnaan proses deliniasi (penentuan batas kawasan). Persiapan pengajuan syarat-syarat ke UNESCO terus berpacu dengan waktu karena bagaimanapun proses pengusulan ini juga terkait keputusan politik.

“Kalau sudah ditetapkan sebagai kawasan situs bersejarah secara nasional dan dunia mudah-mudahan nantinya bisa menahan eksploitasi berlebih. Jangan sampai kepentingan ekonomi pragmatis justru didahulukan,” katanya.

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk penetapan Sangkulirang-Mangkalihat sebagai warisan dunia antara lain kawasan tersebut harus memiliki nilai-nilai luar biasa dalam konteks dunia, memiliki keindahan alam yang khusus dengan lukisan-lukisan cadasnya, serta menjadi tempat konservasi in situ (dalam habitat alam) yang tidak bisa dilakukan di tempat lain.


Memiliki keunikan

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Samarinda I Made Kusumajaya mengatakan, lukisan- lukisan cadas kuno di goa-goa kawasan Sangkulirang-Mangkalihat memiliki keunikan yang berbeda dengan lukisan-lukisan cadas kuno lainnya. “Rock art di sini tidak sama dengan daerah lain karena terdapat tato-tato yang bervariasi,” katanya.

Lukisan-lukisan cadas kuno di kawasan Kalimantan Timur bermacam-macam coraknya, mulai dari gambar tangan, binatang, hingga peta perburuan. Lukisan-lukisan tersebut digambar di goa-goa terpelosok yang sekarang jauh dari hunian manusia.

Tahun 2016, deliniasi karst Sangkulirang-Mangkalihat akan dilanjutkan berdasarkan kajian arkeologi. “UNESCO nanti akan melihat, apakah sudah sesuai dengan kriteria mereka atau belum, juga siapa yang akan melindungi situs ini,” ucapnya. (ABK)

(Sumber: Kompas, Rabu, 16 Desember 2015)

Iklan

Responses

  1. Mudah-mudahan bisa kesampaian dan situs ini bisa jadi World Heritage :amin.

  2. TRIMA KASIH ATAS KIRIMAN MAJALAH ARKEOLOGI INDONESIANYA, INI SANGAT BERMANFAAT BAGI KAMI YANG ADA DI MUSEUM SEBAGAI SUATU PENGETAHUAN

  3. Reblogged this on Semangat Pagi! and commented:
    Dulu, saya juga kuliah Arkeologi. Dan alhamdulillah sangat menikmati. Tulisan-tulisan seperti ini jadi makanan sehari-hari. Terasa sekali, bagaimana ilmu yang saya pelajari berpengaruh besar terhadap dunia ini…

    Pengakuan dari lembaga-lembaga dunia bukan semata bersifat teritorial, tapi justru bisa ditarik jadi bukti integritas. Betul tak?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: