Oleh: hurahura | 28 Februari 2015

NIIS Mengulangi Aksi Taliban

Men use sledgehammers on a toppled statue in a museum at a location said to be MosulREUTERS/REUTERS TV

Dua pria menggunakan palu besi menghancurkan patung di museum yang disebut berada di Mosul, Irak, dalam foto yang diambil dari video tak bertanggal yang dipublikasikan Kamis (26/2) ini. Kelompok radikal Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) di Irak utara menghancurkan koleksi patung dan ukiran yang tak ternilai harganya dari era Assyria kuno, yang oleh para arkeolog disebut kerusakan tak terhingga bagi catatan sejarah peradaban manusia.

Dunia marah, sekaligus khawatir, atas aksi milisi Negara Islam di Irak dan Suriah yang—seperti diperlihatkan video mereka, Jumat (27/2)—menghancurkan patung-patung kuno bersejarah di museum Mosul, Irak utara. Hal itu mengingatkan aksi Taliban saat menghancurkan patung-patung Buddha Bamiyan di Afganistan, 2001.

Dalam video berdurasi sekitar 5 menit itu, sekelompok pria berjenggot menghancurkan sejumlah patung besar dengan kapak. Di antara patung yang dihancurkan itu termasuk patung sapi jantan bersayap yang mereka lukiskan dewa pelindung bangsa Assyria, peninggalan abad ke-9 sebelum Masehi.

Patung-patung Bersejarah di Museum Mosul Dihancurkan

”Wahai para Muslim, artefak- artefak di belakang saya ini adalah berhala-berhala dan tuhan- tuhan yang disembah rakyat yang hidup berabad-abad silam selain Allah,” kata salah satu dari kumpulan pria itu di depan kamera.

NIIS mengontrol Mosul, kota terbesar kedua di Irak, sejak Juni tahun lalu. Mereka telah menghancurkan banyak situs bersejarah dan budaya, termasuk tempat-tempat suci Muslim.

Di mata NIIS, patung-patung, berhala, dan tempat-tempat suci itu dianggap mencemari iman dan dinilai seperti mengakui sesembahan lain di samping Allah.

Namun, pandangan seperti itu bukan pandangan umum di dunia Muslim. ”Artefak dan patung di museum Mosul itu bukan berhala dewa, melainkan patung-patung para raja, binatang, dan burung-burung,” kata Radwan al-Sayyed, profesor ilmu-ilmu Islam di Universitas Lebanon.

Dar al-Ifta, lembaga hukum Islam di Mesir, juga mengecam tindakan NIIS tersebut. ”Benda- benda kuno seperti itu bisa ditemukan di negara-negara yang ditaklukkan Muslim. Tetapi, sahabat Nabi tidak memerintahkan benda-benda itu dihancurkan atau bahkan menginstruksikan yang mendekati aksi itu,” demikian pernyataan Dar al-Ifta.


Target berikutnya

Menurut para ahli, sebagian patung yang dihancurkan itu diperkirakan replika. Namun, sebagian benda peninggalan asli, termasuk patung sapi jantan Assyria bersayap berbahan granit di gerbang Nergal, Mosul tengah. Milisi NIIS dilaporkan memberi tahu penjaga museum, situs arkeologis di kota kuno Nimrud, selatan Mosul, menjadi target penghancuran berikutnya.

”Kemungkinan mereka juga akan menyerang dan menghancurkan Hatra. Ini situs terpencil di padang pasir,” kata Abdelamir Hamdani, arkeolog Irak di Universitas Stony Brook, New York.

Hatra adalah situs dalam daftar UNESCO di wilayah yang dikontrol NIIS, sekitar 100 kilometer barat daya Mosul.

Para arkeolog dan ahli peninggalan bersejarah mendesak langkah secepatnya melindungi sebagian peninggalan peradaban tertua yang masih tersisa. Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat.

”Serangan ini jauh dari sekadar tragedi kebudayaan—ini juga isu keamanan yang mengobarkan sektarianisme, ekstremisme kekerasan, dan konflik di Irak,” kata Irina Bokova, Ketua UNESCO.

Presiden Perancis Francois Hollande juga melontarkan kecaman serupa. ”Yang dilakukan para teroris itu adalah menghancurkan semua aspek kemanusiaan,” ujarnya.


Serangan koalisi

Saat ini, pasukan udara Amerika Serikat dan negara Barat lainnya beroperasi di area Mosul untuk mendukung pasukan Irak dan Kurdi yang tengah mempersiapkan serangan ke Mosul.

Melalui pernyataan yang dirilis Jumat, satuan gugus tugas bersama koalisi pimpinan AS mengatakan, mereka menggempur milisi NIIS di Irak sebanyak 11 kali sejak awal Kamis lalu.

Mereka juga melancarkan 20 serangan udara di Suriah, yakni di area dekat al Hasaka, Dayr az Zawr, dan Tal Harris. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

(Sumber: Kompas, Sabtu, 28 Februari 2015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: