Oleh: hurahura | 11 Oktober 2012

Hari Lahir Jakarta

Warta Kota, Sabtu, 6 Oktober 2012 – Penetapan hari jadi Jakarta setiap 22 Juni didasarkan atas perhitungan Prof. Soekanto bahwa nama Jayakarta, cikal bakal nama Jakarta itu, diberikan pada 22 Juni 1527. Dia menafsirkannya berdasarkan penanggalan Islam, berbeda dengan beberapa pakar sebelumnya yang menggunakan penanggalan Hindu Jawa. Titik tolak pendapat Soekanto adalah pranatamangsa, yakni penanggalan yang berhubungan dengan pertanian di Jawa. Menurut Soekanto, nama Jayakarta sebagai pengganti Sunda Kalapa diberikan pada “tanggal satu mangsa kesatu”, yakni pada 22 Juni 1527, saat masa panen berlangsung (Dari Djakarta ke Djajakarta, 1954).

Pendapat Soekanto mendapat tentangan dari Prof. Hoesein Djajadiningrat. Dia mengatakan bahwa pergantian nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta terjadi pada 17 Desember 1526. Peristiwa itu bertepatan dengan perayaan Maulud 12 Rabiulawal tahun 933 H. Perayaan Maulud tersebut jatuh pada hari Senin, bertepatan dengan lahir dan wafatnya Nabi Muhammad yang juga jatuh pada hari Senin (“Hari Lahirnja Djajakarta”, Bahasa dan Budaya, V (1), 1956: 3-11).

Pendapat lain disampaikan oleh Prof. Slamet Muljana. “Belum ada data sejarah pasti untuk membenarkan salah satu hipotesis tersebut,” katanya. Menggunakan acuan kitab Carita Purwaka Caruban Nagari (PCN), Muljana menguraikan bahwa pada zaman Sultan Hasanuddin (mulai memerintah Banten pada 1552), dia mengangkat menantunya Ki Bagus Angke menjadi bupati Sunda Kalapa. PCN selanjutnya mengatakan bahwa Ki Bagus Angke mempunyai putra bernama Sungarasa Jayawikarta. Nama Jayawikarta ternyata dicatat pula dalam salah satu Babad Banten, namun dengan nama Pangeran Wijayakarta (Dari Holotan ke Jayakarta, 1980).

Pangeran Wijayakarta atau Jayawikarta kemudian memperoleh nama abhiseka (penobatan) Wijayakrama. Maka setelah menjadi bupati Sunda Kalapa, Wijayakarta atau Jayawikarta diwisuda sebagai Pangeran Jayakarta Wijayakrama. Mengacu kepada nama-nama seperti Hollandia di Papua menjadi Sukarnopura (Kota Sukarno) atau Petersburg di Rusia menjadi Leningrad (Kota Lenin), maka menurut Muljana, tidak mustahil bahwa toponim Jayakarta sebagai ganti toponim Sunda Kalapa, semula adalah nama pribadi pembesar yang menguasai Sunda Kalapa, yakni Pangeran Wijayakarta atau Jayawikarta. Perkembangan toponimnya kemudian menjadi Jayakarta (Kota Kemenangan) dan Jakarta.

“Jika pendapat di atas benar, maka perubahan nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta berlangsung pada akhir abad ke-16, ketika Pangeran Jayakarta mulai menetap di Sunda Kalapa,” demikian Muljana. Lain halnya menurut sumber berita Kompeni. Dikatakan tempat kediaman Pangeran Jayakarta adalah di belakang pelabuhan Sunda Kalapa di tepi Sungai Ciliwung. Tempat itulah yang mula-mula disebut Jayakarta, karena merupakan tempat kediaman Pangeran Jayakarta. (Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: