Oleh: hurahura | 2 Januari 2011

Mengenal Peradaban Troya

Troya merupakan sebuah kota kuno dalam kitab Iliad, epik terkenal karangan penyair Yunani kuno Homer. Kota dan peradaban ini pernah dianggap sebagai mitos dan khayalan semata, sama persis dengan kisah-kisah tentang peradaban Atlantis dan Lemuria.

Namun pandangan tersebut akhirnya tumbang, bermula setelah seorang cendekiawan Inggris, Charles McClaren, pada 1822 berpendapat bahwa Troya yang dimaksud Homer kemungkinan besar berada di Turki. Dia menunjuk sebuah gundukan tanah luas yang disebut Hisarlik dekat Dardanella, yaitu sebuah kawasan di laut sempit yang menghubungkan Laut Hitam dan Aegea.

Setelah itu seorang arkeolog Jerman, Heinrich Schliemann, mulai mengadakan penggalian terhadap gundukan di Hisarlik pada 1871. Baru pada 1873 Schliemann berhasil menemukan sisa-sisa sebuah kota yang sangat kuno yang ia percayai sebagai reruntuhan peradaban Troya.

Selain itu ia bersama para krunya juga menemukan harta karun emas dan perak yang ia sebut sebagai harta karun Priam, sesuai dengan legenda Raja Troya yaitu Priam yang disebutkan dalam epik tadi. Namun sayangnya, harta-harta karun tersebut malah ia selundupkan keluar Turki untuk dibawa ke Eropa.

Sebenarnya Schliemann adalah seorang bankir di Jerman. Ketika ia masih kecil, ayahnya memberi hadiah sebuah buku cerita. Kisah dalam buku itu begitu menarik perhatian. Maka ia mulai mengumpulkan uang untuk pergi mencari kota Troya.

Pada 1876 Schliemann kembali melakukan penggalian di kawasan Mycenae, Yunani. Dia menemukan apa yang dia pikirkan sebagai makam Agamemnon, seorang Raja musuh bangsa Troya dalam Epik Iliad.

Baru pada tahun 1890-an, Wilhem Dorpfield menunjukkan bahwa gundukan di kawasan Hisarlik tersusun dari sembilan lapisan sisa-sisa kota. Dari penemuan ini bisa diketahui bahwa umur peradaban Troya itu sangat tua, mungkin berada satu era dengan peradaban Atlantis.

Lebih lanjut ia mengatakan kemungkinan peradaban tersebut berakhir dengan sempurna karena kota ini dihancurkan oleh gempa bumi dan air bah dahsyat yang terjadi selama sembilan kali. Setiap orang yang selamat kembali membangun di atas reruntuhan kota tersebut. Schliemann menganggap bahwa Troya yang dikatakan oleh Homer mungkin adalah Troya II (2), yaitu lapisan reruntuhan kota kedua dari bawah. Sedangkan menurut Dorpfield itu adalah Troya VI.

Masa Troya V menurut para peneliti mungkin berasal dari zaman perunggu (sekitar 3000 SM-1900 SM), sedangkan sampai saat ini belum ada penjelasan mengenai Peradaban Troya keberapakah yang dimaksudkan Homer dalam Iliad-nya. Yang pastinya peradaban tersebut mungkin benar adanya berasal dari era ke-2/ke-3 yaitu ketika berada di zaman es 11.000-10.000 tahun yang lalu.

Sekarang, teka-teki suatu peradaban yang dulunya dianggap hanyalah sebuah mitos telah berhasil dipecahkan dan ditemui kebenarannya, tinggal menunggu perkembangan dari pencarian reruntuhan terhadap peradaban Atlantis dan Lemuria.

(berbagai sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: