Oleh: hurahura | 4 Agustus 2014

Jejak ”Homo Erectus” Ditelusuri Lagi

Bulan depan, Balai Arkeologi Yogyakarta melanjutkan ekskavasi situs Patiayam di Kecamatan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah. Ekskavasi kali ini bertujuan menelusuri stratigrafi, kronologi, dan budaya paleolitik manusia Homo erectus di situs tersebut.

Ekskavasi ini akan dipimpin langsung oleh Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta Siswanto. ”Jejak Homo erectus di Patiayam baru terlihat dari temuan fragmen tengkorak dan rahang bawah sehingga rekonstruksi detail belum bisa dilakukan. Karena itu, dalam ekskavasi nanti akan diteliti lebih lanjut lapisan material tanah dan batuan serta kronologinya untuk mendeteksi masa periode kehidupan Homo erectus di lereng Gunung Patiayam ini,” kata Siswanto, Minggu (3/8), saat dihubungi dari Jakarta.

Dalam ekskavasi ini, tim peneliti mengajak beberapa penemu fosil di situs Patiayam. Dengan mengikutsertakan para penemu, tim berharap bisa meneliti konteks lapisan tanah tempat penemuan sehingga arah sebaran Homo erectus bisa ditelusuri.

”Kami berharap secara horizontal ataupun spasial sebarannya bisa kami temukan. Tapi, jika tetap tak ditemukan fosil manusia, kami akan mencocokkan apakah fosil Homo erectus ditemukan pada lapisan tanah yang sama dengan fosil hewan-hewan vertebrata yang sebelumnya pernah ditemukan. Selain itu, sisi budaya paleolitik Homo erectus di situs Patiayam juga akan kami lihat,” papar dia.


Tiga dekade

Berdasarkan data dari Forum Pelestari Situs Patiayam, proses penemuan fosil-fosil Homo erectus, binatang purba, dan peralatan zaman paleolitikum berlangsung lebih dari tiga dekade sejak tahun 1978 hingga 2014. Terakhir, pada awal Januari 2014, ditemukan gading gajah purba Stegodon sp dengan panjang 80 sentimeter dan kaki kerbau purba Bovidae di aliran Sungai Grenjeng, Gunung Patiayam, Kudus.

Sampai sekarang sudah ditemukan 16 jenis fosil manusia serta binatang darat dan laut di kawasan situs Patiayam. Temuan itu antara lain fosil Homo erectus, harimau purba, kerbau purba, banteng purba, dan gajah purba. Diperkirakan fosil-fosil yang ditemukan berumur 2 juta hingga 10.000 tahun lalu.

”Di Patiayam ada temuan istimewa berupa fosil gading gajah purba Stegodon sp masih utuh sepanjang 4 meter yang sampai sekarang dibiarkan berada di konteks tanahnya. Diperkirakan tinggi gajah purba itu sekitar 4 meter dan pajangnya 6 meter,” ucap Sancaka Dwi Supani, Sekretaris Forum Pelestari Situs Patiayam sekaligus anggota Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia. (ABK)

(Sumber: Kompas, Senin, 4 Agustus 2014)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: