Oleh: hurahura | 20 Juli 2010

Tinia Budiati Menjadi Doktor Arkeologi

Wakil Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Tinia Budiati, berhasil mempertahankan disertasinya, Selasa, 20 Juli 2010, di kampus UI, Depok. Tinia menulis disertasi berjudul “Perkembangan Kota Tarakan: Sebuah Kajian Arkeologi Sejarah bagi Manajemen Sumber Daya Budaya”.

Tarakan sebagai kota tambang minyak bumi keberadaannya cukup penting pada awal abad ke-20. Pada 1935 kedudukannya disetarakan dengan Samarinda. Menjelang serangan Jepang pada 1942, berbagai sarana pertahanan dibangun di kota Tarakan.

Hal tersebut menyebabkan bentuk situs di kota Tarakan cukup bervariasi. Tidak hanya peninggalan pertambangan, tetapi juga terdapat situs yang merupakan bagian dari perkotaan sebagai sebuah sistem.

Menurut Tinia, tujuan dan manfaat penelitian yang dia lakukan adalah untuk mengungkap sejarah Tarakan sebagai kota tambang dengan berbagai peristiwa politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Selain itu untuk membuat strategi penetapan kawasan cagar budaya yang diperlukan bagi setiap situs yang dilindungi. Selanjutnya adalah memberikan sumbangan data dan pemikiran bagi ilmu pengetahuan budaya terhadap penanganan situs-situs bersejarah di Indonesia.

Setelah tim penguji melakukan rapat, Tinia Budiati dinyatakan lulus dengan predikat ‘sangat memuaskan’. Menurut Dekan FIB UI Bambang Wibawarta, Tinia merupakan doktor arkeologi perempuan pertama di tahun 2010.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori