Oleh: hurahura | 2 April 2011

Warga Temukan Prasasti Beraksara Pallawa

kompas.com, Rabu, 30 Maret 2011 – Warga Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pemenang Selatan, Kabupaten Meangin, Jambi, melapor ke camat setempat bahwa beberapa hari lalu mereka menemukan sebuah batu bertulis sebentuk prasasti peninggalan masa lalu.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh camat dengan mengirim stafnya, Sunarto, untuk meninjau langsung keberadaan prasasti temuan warga tersebut.

“Saya sudah diutus camat untuk meninjau langsung ke lapangan, dan ternyata di tepi sebuah hutan, tak jauh dari Goa Benteng, temuan itu sudah dibersihkan. Bentuknya mirip seperti prasasti Karang Birahi di Desa Karang Birahi, Kecamatan Pemenang Induk,” kata staf camat Sunarto, saat dihubungi di Bangko, Selasa.

Menurut Sunarto, prasasti yang ditulis di atas sebuah batu lempengan tersebut sangat mirip dengan bentuk prasasti Karang Birahi yang merupakan peninggalan zaman Dinasti Syailendra pada masa Kerajaan Sriwijaya. Aksara yang dipakai pun sama, yakni aksara Pallawa di atas batu pualam.

“Tapi, kita tidak bisa membacanya. Karena itu, diperlukan tim ahli dari BP3 di Jambi untuk meneliti lebih lanjut temuan tersebut,” kata Sunarto.

Keberadaan prasasti tersebut tidak jauh dari desa setempat. Dari ujung desa hanya berjarak sekitar 50 meter. Saat ini prasasti yang baru ditemukan tersebut jadi obyek rekreasi masyarakat desa setempat. Keberadaannya sudah dibersihkan oleh warga dari semak di sekitarnya, bersamaan dengan program camat membersihkan kawasan mulut Goa Benteng.

Sementara Camat Pemenang Selatan, Drs Nurdin, secara terpisah mengatakan, dirinya memang belum melaporkan temuan prasasti tersebut kepada instansi terkait. Saat ini dia masih menunggu laporan dari staf yang diturunkan untuk meninjau langsung.

“Sekarang kita masih menunggu laporan dari tim peninjau. Kalau sudah dapat deskripsinya, nanti akan langsung kita laporkan ke Pemkab dan instansi terkait, seperti Budpar dan BP3 Jambi, serta ke publik luas,” ujarnya.

Desa Pulau Bayur sendiri adalah desa terpencil di Kecamatan Pemenang Barat. Desa tersebut berjarak 18 km dari Desa Tambang Emas yang merupakan ibu kota kecamatan dan sekitar 50 km dari kota Bangko, selaku ibu kota kabupaten.

“Desa Pulau Bayur itu sangat terpencil, sampai saat ini belum ada ruas jalan permanen beraspal menuju ke situ. Karenanya, terbilang sulit untuk mencapainya dengan kendaraan,” kata Nurdin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori