Oleh: hurahura | 4 Februari 2011

Aksi Perusakan: Warisan Budaya Dunia Ikut Terancam

KOMPAS, Senin, 31 Jan 2011 – Kekacauan yang terjadi akibat demonstrasi besar-besaran antipemerintah di Kairo, Mesir, menyebabkan warisan budaya dunia dari zaman Mesir Kuno terancam.

Dua kepala mumi dari era Firaun koleksi Museum Purbakala Mesir di Kairo direnggut dari tubuhnya dalam rangkaian vandalisme yang dilakukan para penjarah, Sabtu (29/1). Para penjarah juga merusak lemari-lemari pajangan dan membuang 10 artefak purbakala yang tersimpan di museum itu.

Aksi mereka dapat dihentikan oleh pasukan komando Angkatan Bersenjata Mesir yang masuk untuk mengamankan museum penting tersebut, Sabtu pagi.

Wakil Menteri Kebudayaan Mesir dan Sekretaris Jenderal Dewan Agung Kepurbakalaan Mesir Zahi Hawass mengatakan, para penjarah tersebut ditangkap tentara sebelum sempat mencuri koleksi museum.

Hawass mengatakan, kini museum, yang berisi koleksi lengkap sejarah Mesir Kuno, itu dijaga ketat tentara menggunakan tank dan kendaraan lapis baja. Kecuali dua mumi dan 10 artefak tersebut, seluruh koleksi selamat, termasuk mumi Raja Tutankhamun yang termasyhur itu.

“Yang menakutkan sekarang ini adalah kalau gedung di sebelah roboh, akan menimpa museum ini,” tutur Hawass menyebut gedung Partai Nasional Demokrat (NDP) yang dibakar massa.

Museum Purbakala Mesir terletak di pusat kota Kairo, dekat dengan
titik-titik konsentrasi massa demonstran. Salah satu bangunan yang menjadi sasaran kemarahan massa adalah gedung markas besar partai berkuasa NDP, yang terletak di sebelah museum itu.


Tak tergantikan

Para arkeolog dan pengelola museum di berbagai belahan dunia mengkhawatirkan keamanan koleksi bersejarah yang tersimpan di museum tersebut. “(Museum) itu adalah tempat penyimpanan karya seni terbesar Mesir. Itu adalah peti harta karun, yang menyimpan patung-patung terbaik dan kekayaan 4.000 tahun sejarah Mesir. Jika itu rusak karena dijarah atau dibakar, akan menjadi kerugian bagi seluruh umat manusia,” ungkap Thomas Campbell, Direktur Metropolitan Museum of Art New York.

Sharon Herbert, Direktur Kelsey Museum di University of Michigan, mengatakan, setiap penjarahan atau kerusakan di museum di Kairo tersebut adalah tragedi.

“Apa pun bisa terjadi saat massa lepas kendali. Koleksi museum ini tak ternilai harganya. Itu adalah bagian dari warisan budaya dunia yang tak tergantikan,” ujar Herbert.

Usaha menjarah Museum Purbakala Mesir membuat tentara juga memperketat penjagaan di berbagai situs arkeologi utama Mesir, termasuk kompleks piramida di Giza, Kuil Karnak, dan museum kota kuno Luxor.

Penjarahan dan pencurian merajalela di Mesir setelah polisi ditarik dari seluruh pos tugas mereka. Polisi menjadi salah satu sasaran utama kemarahan massa demonstran.(AP/DHF)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: