Oleh: hurahura | 26 November 2010

Batu di Kubur Peti Batu Rawan Dicuri

KOMPAS Jawa Tengah, Rabu, 24 Nov 2010 – Batu di situs kubur peti batu di Dukuh Bendo, Desa Bleboh, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, rawan dicuri dan diperjualbelikan. Pasalnya, situs itu berada di perbukitan hutan jati yang jauh dari permukiman penduduk.

Sekretaris Lembaga Kajian Sosial dan Budaya Pasang Surut Blora Eko Arifianto, Selasa (23/11), mengatakan, di situs itu banyak berserakan batu-batu kubur yang dapat diambil sewaktu-waktu. Di sekitar situs itu ditemukan pula sejumlah peralatan berburu dan meramu, misalnya kapak genggam dan pipih. “Kalau dibiarkan tanpa pemantauan dan penjagaan yang melibatkan masyarakat sekitar, temuan itu rawan dicuri dan diperjualbelikan,” kata Eko.

Dua kompleks kubur peti batu itu berada di Bukit Pontang, Pegunungan Kendeng Utara. Jaraknya dari permukiman penduduk sekitar 10 kilometer. Kompleks kubur pertama ditemukan pada tahun 1934, sedangkan kompleks kubur yang lain ditemukan pada September 2010.

Kubur batu itu memiliki keistimewaan karena terbuat dari potongan batu pipih yang terdiri dari lantai, empat dinding, dan tutup. Panjang kubur 2,5 meter dan lebarnya 1 meter. Kubur membujur arah timur-barat, bukan seperti layaknya kubur biasa yang membujur utara-selatan.

Kepala Dusun Bendo Ngatmiyanto mengemukakan, banyak kubur peti batu yang sudah tidak lengkap lagi. Dari sembilan kubur peti batu yang ditemukan, tiga di antaranya masih utuh, sedangkan yang lain sudah rusak dan batu-batunya hilang.

“Sejumlah penduduk setempat memanfaatkan batu-batu kubur itu sebagai material bangunan. Pernah beberapa kali sejumlah orang bukan penduduk dusun datang ke lokasi. Namun, kami tidak berani menanyakan tujuan mereka,” kata dia.

Secara terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (DKPPO) Blora, Suntoyo, mengatakan, DKPPO telah meminta perangkat desa mengerahkan masyarakat sekitar untuk melindungi situs kubur peti batu. DKPPO juga telah berkoordinasi dengan Perum Perhutani untuk turut melindungi situs karena berada di wilayah hutan negara.

“Kami melarang masyarakat mengambil batu kubur tanpa izin. Pelanggar akan terkena sanksi pidana penjara maksimal lima tahun atau denda maksimal Rp 50 juta,” katanya. (HEN)

Iklan

Responses

  1. Di desa terpencil inilah q di lhrkan n di bsrkan….tepaty di Desa Bleboh,dukuh Bendo..

    • Ya, idealnya memang masyarakat yang dilahirkan di situ yang melestarikan segala bentuk peninggalan purbakala


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: