Oleh: hurahura | 26 April 2016

Situs Slumpang di Lamongan

Slumpang-romie-5Situs Slumpang di tengah sawah

Situs Slumpang atau warga setempat menyebutnya Candi Slumpang terletak di Desa Siser, Kecamatan Leran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Desa Siser berjarak sekitar 41kilometer dari kota Lamongan. Situs itu ditemukan di area pesawahan dekat tepian Sungai Bengawan Solo. Disebut Candi Slumpang karena bentuknya mirip dengan lumpang (alat penumbuk padi).

Situs Slumpang ditemukan pada 2010 oleh warga setempat saat membajak dan membuat pematang sawah. Ketika itu bajak dan cangkul membentur benda keras berupa batu bata yang tersusun rapi. Selanjutnya temuan tersebut dilaporkan ke BPCB Trowulan dan Pemkab Lamongan.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan pun segera meninjau lokasi dan dilanjutkan survei oleh BP3 (sekarang BPCB) Trowulan. Pada 2011 Lembaga Pemerhati Budaya dan Sejarah Lamongan yang diketuai Supriyo mengajukan penggalian pada Pemkab Lamongan dan didukung tim ekskavasi dari BP3 Trowulan. Proses ekskavasi dilakukan pada November 2012.


Hindu

Situs Slumpang bercorak Hindu karena ditemukan yoni di areal situs. Situs tersebut merupakan perpaduan dari tiga bahan bangunan yang berbeda, yaitu batu andesit, batu bata, dan batu kapur.

Di situs tersebut terdapat dua yoni yang terbuat dari bahan berbeda. Yang satu berbahan batu andesit dan satunya batu kapur. Kedua yoni dalam posisi tertumpuk, dan dibiarkan dalam posisi insitu saat penggalian sampai sekarang. Saat ini yang tampak menyembul di permukaan air adalah yoni batu andesit. Karena bentuk yoni—sepertinya ceratnya patah, jadi berbentuk seperti lumpang—boleh jadi penamaan situs ini menjadi situs Slumpang.

Dari masa kapan situs tersebut masih menjadi tanda tanya. Memang banyak prasasti yang ditemukan dari era Airlangga, akan tetapi tak satu pun berkaitan dengan Situs Slumpang. Di situs ini juga terdapat makam yang sering didatangi masyarakat sekitar. Situs Slumpang diduga sebagai tempat ritual peribadatan berkait dengan faktor kesuburan.

Secara geografis, menurut Sudi Harjanto, keberadaan situs ini tak jauh dari naditira pradesa PASIWURAN—sekarang bernama desa SIWURAN di sisi selatan Bengawan Solo. Di sebelah barat Desa Siser, tempat insitu situs ini, terletak desa MOJOASEM, sebuah toponimi nama MOJO, yang bisa terkait dengan Majapahit.

Di sisi selatan Bengawan Solo berseberangan dengan Desa Siser, baru-baru ini ditemukan lagi sebuah yoni tak utuh di galangan sawah. Kabar terbaru saat ini, penggalian situs tersebut mandek karena ketiadaan dana.


Galeri Foto:

Slumpang-1

Slumpang-romie-3

Slumpang-romie-4

Laporan: Soleh Hoetama
Foto: Soleh Hoetama dan Romie Hariri


Responses

  1. …Kendala nya Dana… ‘


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori