Oleh: hurahura | 8 Mei 2010

Pemerintah Harus Beli Artefak

BMKT Blanakan Lebih Besar daripada BMKT Cirebon

Jakarta, Kompas – Pemerintah harus membeli seluruh koleksi artefak bawah laut dari perairan Cirebon yang berjumlah 217.381 keping senilai 80 juta dollar AS yang belum ada pembeli saat lelang Rabu (5/5) di Jakarta. Ini satu-satunya solusi agar Indonesia tetap mudah mengakses artefak itu.

Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya) Jhohannes Marbun menekankan, penjualan artefak bawah laut atau benda berharga asal muatan kapal tenggelam (BMKT) melalui lelang, bertolak belakang dengan upaya pemerintah.

”Pemerintah selama ini ingin mengembalikan aset-aset bangsa yang ada di luar negeri. Ini kan kontradiktif,” kata Jhohannes.

Usulan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad untuk membuat museum maritim dengan mengundang kalangan pengusaha China di Indonesia dinilai positif. Jhohannes mengingatkan, harus ada kesepakatan atau perjanjian yang jelas terlebih dahulu terutama mengenai status kepemilikan keping artefak itu dan museum maritim.

Jika tiga kali lelang gagal, Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa melelang melalui balai lelang swasta atau internasional dan bisa menjual dengan cara lain sepersetujuan menteri keuangan.

Direktur Institute for National Strategic Interest & Development (INSIDe) Danial Nafis juga mendukung usulan Fadel sekaligus meminta agar semua pengusaha nasional, bukan hanya pengusaha China, diajak bekerja sama. Bahkan, lanjutnya, sebenarnya ada beberapa yayasan dari Eropa ingin bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk kepentingan nonkomersial semata-mata untuk pelestarian benda cagar budaya. ”Saya setuju dengan usul Pak Fadel. Tetapi, apa benar pemerintah berorientasi pada pelestarian cagar budaya untuk kepentingan ilmu pengetahuan?” tanya Danial.

Koordinator Konsorsium Penyelamat Aset Bangsa Endro Soebekti Sadjiman menilai kegagalan pelelangan akibat ketidakseriusan penyelenggara. Hal ini membuktikan, Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan BMKT hanya berorientasi ekonomi tanpa memerhatikan sumber daya sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan.

Sementara itu, sebanyak 12.415 BMKT berhasil diangkat dari bangkai kapal karam di kedalaman 58 meter di perairan Blanakan, Subang, Jawa Barat, Rabu (6/5). Ekskavasi yang dimulai 11 April diperkirakan memakan waktu setahun karena besarnya BMKT.

Saat memantau langsung kegiatan di atas tongkang untuk ekskavasi BMKT, Dirjen Pengawasan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Aji Sularso mengatakan, BMKT ini berpotensi jumlahnya dua kali lipat dibandingkan BMKT di Cirebon. Hal ini berdasarkan pemantauan dengan sonar saat survei oleh perusahaan penerima izin survei dan pengangkatan, PT Comexindo Usaha Mandiri. (LUK/LKS)

(Kompas, Jumat, 7 Mei 2010)


Responses

  1. Dibentuknya Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Kapal yg Tenggelam (BMKT) justru karena pemerintah tidak punya uang. Karena biaya eksplorasi sangat mahal, maka ditawarkan kpd swasta dgn sistem bagi hasil 50:50 dan benda yg unik terlebih dulu dipilih oleh negara.

    Kapal ini mrpk kapal kargo dari Tiongkok yg berlayar menuju Timur Tengah dan India. Lalu menuju Sumatera. Ketika hendak menuju Tuban, tenggelam di perairan Cirebon. Jelas ini bukan milik kita dan kecil sekali hubungannya dgn kebudayaan kita.

    Yg perlu kita pikirkan bgmn kalau ada gugatan dari negara lain krn di bbrp negara sistem pembagiannya adalah utk negara tempat temuan kapal, negara pemilik kapal, perusahaan pemilik kapal, pemilik muatan, dan investor.

    Kalau tidak dilelang, mau dikemanakan benda2 ini? Buat apa kita mengoleksi barang yg sama dari zaman yg sama dlm jumlah banyak? Perlu diketahui, museum2 kita saja sudah kewalahan menampung benda2nya sendiri. Nanti malah dicolong lagi. Ya, lebih baik dilelang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori