Oleh: hurahura | 8 Oktober 2011

Pameran Lambang dan Aksara Nusantara

Pameran Lambang dan Aksara Nusantara merupakan pameran pelengkap untuk mendukung Pameran Seni Ukir dan Kaligrafi Tiongkok. Kedua pameran diselenggarakan di Museum Nasional pada 7-21 Oktober 2011 pukul 09.00-16.00. Khusus untuk Pameran Lambang dan Aksara Nusantara diperpanjang hingga 28 Oktober 2011. Tempat yang digunakan adalah gedung lama untuk Pameran Lambang dan Aksara Nusantara dan gedung baru untuk Pameran Seni Ukir dan Kaligrafi Tiongkok.

Sekitar 90 koleksi pilihan Museum Nasional dipamerkan di sini. “Diharapkan melalui pameran ini, pengunjung dapat memahami koleksi yang dipamerkan sehingga pengunjung dapat menyerap informasi sebanyak-banyaknya mengenai lambang dan aksara di Nusantara,’ kata Direktur Permuseuman, Intan Mardiana.

Pameran Lambang dan Aksara Nusantara menampilkan enam topik, yaitu Lambang, Aksara, Stempel dan Kaligrafi, Sistem Perlambangan, Teknologi Grafis, serta Tato dan Grafiti/Mural.


Foto-foto persiapan pameran:


PANDUAN PAMERAN:


Lambang

Penggambaran lambang-lambang sudah lama dikenal dalam sejarah kebudayaan Indonesia. Sebagai lambang, materi yang digambarkan tidak lagi sekadar materi biasa. Lambang memiliki filosofi dan makna tertentu. Lambang adalah sebuah pengejawantahan sistem nilai yang ada dalam suatu masyarakat, dalam suatu kebudayaan. Sebuah bentuk segitiga, bukan semata bentuk geometris. Ia adalah tumpal, lambang keselarasan kosmos. Penggambaran bentuk-bentuk tanaman, hewan, gunung, matahari, anggota tubuh atau makhluk mitologis, pun memiliki maknanya masing-masing, sebagaimana pola pikir masyarakat negeri ini dalam memandang alam dan lingkungannya, serta mengekspresikan pemahamannya.

Aksara

Perkenalan dengan aksara Pallawa, di abad ke-5 Masehi, seperti memberi rangsangan bagi perkembangan tradisi tulis di Nusantara. Aksara Nusantara pertama, Kawi atau Jawa Kuna, pun lahir. Evolusi tulisan lantas terjadi. Dari aksara Kawi terjadi perkembangan lokal, menurunkan aksara-aksara daerah lainnya, yaitu Sunda, Bali, Batak, Rejang, Kerinci, Lampung, dan Bugis-Makassar. Di sisi lain masuk pula pengaruh Arab. Penggunaan aksara Arab ternyata dapat diterima secara luas. Nusantara pada masa ini, boleh dibilang berada pada masa keemasan tradisi literernya. Banyak cendikiawan yang lahir. Banyak karya sastra yang dihasilkan. Selanjutnya, masuk pengaruh Eropa dengan aksara Latinnya. Pemakaian aksara Latin diterima hampir di seluruh Nusantara. Transformasi ilmu dan pengetahuan pun terjadi lebih intensif, memberi perkembangan pada peradaban negeri ini. Namun belakangan ini, terasa ada kerinduan akan penggunaan kembali aksara daerah warisan masa silam, demi tujuan pelestariannya.

Stempel

Stempel tertua sebagai bentuk suatu pengesahan telah dikenal sejak abad ke-10 Masehi, pada masa raja Airlangga, yang berupa pahatan lambang garudamukha pada prasasti batu. Pada perkembangan selanjutnya, dikenal stempel untuk pengesahan dokumen. Bentuknya ada yang berupa stempel genggam dan stempel cincin. Di Indonesia, artefak yang berupa stempel cincin tertua, dengan huruf Jawa kuno, diperkirakan berasal dari abad ke-8 hingga ke-10 Masehi.


Kaligrafi

Kaligrafi adalah seni menulis indah. Kaligrafi tertua diperkirakan berasal dari Tiongkok. Jepang dan Eropa juga mengenal kaligrafi. Namun kaligrafi yang berkembang pesat berasal dari Arab. Di Nusantara kaligrafi Arab banyak terdapat pada nisan-nisan kuno dari periode Islam. Dalam perjalanan waktu, kaligrafi menjadi benda seni yang diperdagangkan. Lukisan kaca Cirebon dan ukiran kayu Jepara, banyak terilhami motif-motif kaligrafi. Bahkan seni lukis kaligrafi dengan motif batik pernah dikembangkan di Indonesia.


Sistem Perlambangan

Pengetahuan astronomi dan navigasi diyakini merupakan unsur kebudayaan asli Indonesia. Sejak lama bangsa-bangsa di Nusantara sudah memiliki pengetahuan tentang peredaran benda-benda angkasa, yakni matahari, bulan, planet, dan bintang. Berdasarkan pengetahuan astronomi inilah tercipta kalender sebagai suatu sistem perlambangan. Pada awalnya, kalender berhubungan dengan kegiatan petani dan nelayan, untuk mengetahui bilamana masa menanam padi, menuai panen, dan menangkap ikan. Dari pengetahuan astronomi itu, tercipta pula sistem perlambangan untuk menggambarkan kepribadian dan karakter seseorang. Juga, untuk meramal masa depan orang.


Teknologi Grafis

Stempel dan cap adalah dua benda yang berhubungan erat. Secara teknis, stempel merupakan alat cetak (negatif). Sementara cap, hasil cetaknya (positif). Prinsip dasar teknologi grafis, yaitu prinsip ”negatif” dan ”positif” merupakan cara yang diterapkan pula dalam mencetak mata uang dan membuat batik. Dengan teknologi ini, produk-produk grafis dapat dibuat secara lebih massal. Namun untuk batik, teknik tulislah yang dianggap lebih menghasilkan produk yang berkualitas.


Tato

Pemahaman manusia terhadap sesuatu, yang diekspresikan dalam bentuk lambang, telah melahirkan seni hias tubuh atau tato. Pada etnis Mentawai atau Dayak, perajahan lambang-lambang tertentu diyakini menimbulkan efek magis sesuai makna yang terkandungnya. Tato, bagi masyarakat tradisional akhirnya juga memiliki fungsi sebagai jimat, keyakinan religius atau simbol status. Tato di jari tangan yang melambangkan status seseorang sebagai ahli pengobatan pada etnis Dayak, misalnya, dipercaya akan memberi kesaktian dalam penyembuhan penyakit. Lewat jari-jari tangan itulah pengobatan dilakukan.


Mural dan Grafiti

Ekspresi manusia dalam menggambarkan lambang-lambang atau tulisan, kini banyak dikreasikan pada dinding-dinding mural dan grafiti. Secara kualitas, mural dan grafiti sudah dianggap sebagai karya seni, sebagai produk budaya modern, yang mengandung visi, makna atau pesan tertentu. Seni melukis dinding ini sebenarnya sejak lama dikenal di Indonesia. Pada dinding-ding gua di Sulawesi, misalnya, dapat dijumpai adanya lukisan yang menggambarkan berbagai bentuk binatang atau anatomi tubuh manusia. Diduga sebagai bentuk perlambangan komunikasi atau ekspresi religius.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: