Oleh: hurahura | 3 November 2012

Kerajaan Sunda: Keberadaan Prabu Siliwangi Didukung Banyak Sumber

KOMPAS, Kamis, 1 November 2012 – Keberadaan Kerajaan Sunda Pajajaran merupakan fakta sejarah yang didukung banyak sumber otentik. Demikian juga Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi yang memimpin Kerajaan Pajajaran pada abad ke-15 adalah tokoh sejarah, bukan dongeng dan mitos.

”Keberadaan keduanya didukung banyak sumber, mulai dari sumber lisan, tulisan, hingga sumber prasasti. Prabu Siliwangi adalah nama julukan untuk Sri Baduga Maharaja. Beliau adalah tokoh sejarah yang melegenda,” ungkap ahli sejarah Sunda, Dr Mumuh Muhsin, dalam acara bedah naskah kuno ”Sri Baduga Dalam Kajian Sejarah, Filologi, dan Sastra Lisan” di Bandung, Rabu (31/10).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Nunung Sobari menjelaskan, data tentang Kerajaan Sunda atau Pajajaran hingga kini belum banyak diketahui. Prabu Siliwangi lebih banyak diungkap dalam cerita lokal atau legenda.

Sekarang ini, menurut Nunung, ada 146 naskah kuno yang disimpan di Museum Sri Baduga Jawa Barat di Bandung. Sebagian besar ditulis di atas media (bahan) kertas tradisional. Namun, ada juga yang menggunakan media daun (lontar dan nipah), kayu, dan logam tembaga.

Aksara dan bahasa yang terdapat dalam naskah kuno koleksi museum beragam, antara lain aksara Pranagari, Jawa Kuno, Sunda Kuno, Cacarakan, Arab (Pegon), dan Latin. Bahasa yang digunakan Jawa Kuno, Sunda Kuno, Jawa Cirebon, dan Arab.


Tak terpelihara

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, Bandung, Taufik Ampera, berpendapat, mitos Prabu Siliwangi di Leuweung Sancang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mulai redup seiring dengan perkembangan zaman dan pudarnya keyakinan masyarakat. Adapun mitos Prabu Siliwangi yang berkembang di Gunung Salak semakin kuat dengan ditunjang fakta yang terdapat di sekitar Gunung Salak.

Menurut Taufik, Prabu Siliwangi merupakan tokoh legendaris dan mitologis yang banyak dikisahkan dalam cerita lisan Sunda, seperti dongeng, cerita pantun, dan wangsit. Prabu Siliwangi dalam sastra lisan merujuk pada raja dari Kerajaan Pajajaran yang terkenal bijaksana, cerdik, dan adil.

Sementara itu, Cagar Alam Leuweung Sancang di Garut Selatan hingga akhir Orde Baru masih terjaga. Hutan itu dianggap keramat dan merupakan ”Kerajaan Harimau” yang merupakan penjelmaan Prabu Siliwangi. Namun, pada era reformasi, hutan yang jadi habitat banteng itu tidak lagi dianggap keramat sehingga ekosistemnya rusak dan kayunya banyak dijarah penduduk. (DMU)

Iklan

Responses

  1. Dimana Keraton SRI BIMA PUNTA NARAYANA MADURA SURADIPATI?
    “BOA-BOA” itu bukan KERATON BERJAJAR LIMA, tapi bisa jadi sebuah keraton yang bernama: Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati.
    Ada kemungkinan kata kuncinya adalah SRI BIMA.
    Sri = Sari = Inti = PUSAT
    Bima = Titik BUMI
    Sri Bima = PUSAT TITIK BUMI
    Mungkin arti dari Sri Bima adalah PUSAT TITIK BUMI = SUNDAPURA = SURALAYA = PARAHYANGAN.

    Bisa jadi ini keraton ‘Khalifatulard’ sebagai PUSAT DUNIA atau IBUKOTA DUNIA. Jika demikian tentu berbeda dengan Keraton Galuh atau Keraton Pakuan yang cakupannya hanya seluas Nusantara.

    Dimana Telaga MAHA RENA (Rena Maha Wijaya)?
    Maha Rena = AREAL YANG SANGAT LUAS.
    Telaga yang paling besar di Jawa Barat telaga apa?
    Jangan-jangan adalah TELAGA BANDUNG atau DANAU BANDUNG.

    Apa itu Lawang Saketeng?
    Lawang Saketeng kemungkinan SANGHYANG TIKORO yang berpungsi untuk memempat saluran air agar Danau Bandung berisi air atau sebaliknya.

    Apa itu GUGUNUNGAN yang dibuat oleh Prabu Siliwangi?
    Gugunungan adalah GUNUNG BOHONG-BOHONGAN, yaitu bukan gunung alam tapi gunung yang sengaja dibuat agar tanah menjadi tinggi & tidak terendam oleh Danau Bandung.
    Gunung Bohong-bohongan bisa dicurigai adalah GUNUNG BOHONG yang terletak antara CIMAHI~BATUJAJAR.

    Prabu Siliwangi mengeraskan jalan dengan batu atau batu yang ditata berjajar sebagai pengeras jalan, dimana lokasinya?
    Sepertinya lokasi yang logis yaitu di BATUJAJAR.

    Dimana Nusalarang?
    Apakah Nusalarang adalah PADALARANG?

    Dimana Hutan Samida?
    Samida = SAMIDANG
    Samidang merupakan kata “sawanda” dengan SUMEDANG.

    Perhatikan di Pusat Parahyangan dikenal istilah:
    1)KEBON RAJA atau KEBUN KERAJAAN. Kebun Kerajaan apa ya?
    2)TAMAN SARI atau TAMAN KERAJAAN. Taman Kerajaan apa ya?
    3)TEMPURAN SUNGAI & Pulau Sari di Sungai Cikapundung.

    Maaf saya hanya iseng sambil MERABA-RABA SAJA dan belum pasti kebenarannya, namun PATUT DICURIGAI sebagai target penelitian.

    Selamat berandai-andai
    Terima kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori