Oleh: hurahura | 18 Juli 2014

Ratusan Bangkai Kapal Belum Tersentuh

Terdapat ratusan bangkai kapal bersejarah yang karam di kawasan perairan Indonesia. Namun, baru sebagian kecil di antaranya yang berhasil diteliti.

”Jumlah kapal yang tenggelam banyak. Namun, setiap tahun, rata-rata kami hanya bisa melakukan survei dan identifikasi di 4-6 lokasi,” ujar Kepala Seksi Subdirektorat Eksplorasi dan Dokumentasi Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Desse Yussubrasta, Senin (14/7), di Jakarta.

Sampai sekarang belum ada data pasti jumlah kapal bersejarah yang tenggelam di perairan Indonesia. Berdasarkan data Serikat Dagang Hindia Timur Belanda (VOC), misalnya, ada 274 kapal yang tenggelam. Sementara dokumen lain dari Pemerintah Belanda, Portugal, dan Tiongkok mencatat ada 460 kapal karam di perairan Indonesia.

Berbeda dengan dua sumber sebelumnya, Badan Riset Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat sekitar 300 kapal bersejarah karam. Sementara itu, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyebut ada sekitar 500 kapal bersejarah yang tenggelam di perairan Indonesia.


Guci hingga pesawat

Selain kapal bersejarah, baik kapal perang maupun kapal dagang kuno, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman juga mengeksplorasi benda bersejarah bawah laut lain, seperti pesawat perang, guci, dan aneka macam keramik.

Sejak tahun 2000 hingga 2014, baru 42 peninggalan bawah air yang berhasil diteliti. ”Sebagian besar di antaranya kapal perang zaman Perang Dunia II. Selebihnya bangkai pesawat terbang yang jatuh dan tenggelam di lautan,” ujar Desse.

Puluhan kapal perang yang diteliti antara lain kapal perang Jepang, Australia, Jerman, dan Amerika Serikat. Ada pula penemuan kapal dagang Tiongkok dengan aneka macam muatan keramik dan guci di dalamnya.

”Bulan Mei tahun ini, kami meneliti sebaran keramik di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Pada bulan Juni, kami mengeksplorasi kapal perang Australia, HMAS Perth (I), di Serang, Banten. Semuanya dalam proses untuk ditetapkan sebagai benda cagar budaya,” katanya.

Menurut Imam Fauzi dari Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam Kementerian Kelautan dan Perikanan, sejak 14 tahun terakhir, dari 70 kapal bersejarah yang disurvei, hanya 10 kapal berhasil diangkat muatannya dalam kondisi bagus. Sementara ratusan kapal lain belum sempat disurvei dan diteliti. (ABK)

(Sumber: Kompas, Selasa, 15 Juli 2014)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: