Oleh: hurahura | 14 Juli 2011

Balai Arkeologi Bandung Minta Pemda Responsif atas Temuan Benda Sejarah

pikiran-rakyat.com, Rabu, 13/07/2011 – Banyaknya temuan benda sejarah di wilayah Jawa Barat akhir-akhir ini, membuat Balai Arkeologi Bandung meminta kepada instansi pemerintah terkait untuk segera mengajukan surat tertulis kepada mereka agar temuan itu segera ditindaklanjuti dan diteliti. Penelitian itu dapat dilakukan apabila ada permintaan secara resmi dari dinas terkait di setiap wilayah. Hal itu dilakukan untuk tertib administrasi.

Kepala Balai Arkeologi Bandung Desril Riva Shanti menuturkan, dengan tertib administrasi pihaknya akan dengan mudah menugaskn stafnya untuk melakukan penelitian. “Kalau surat resmi itu disertakan data sementara seperti foto, alamat tempat penemuan, benda apa yang ditemukan. Saya akan menugaskan staf sesuai dengan bidang. Tapi kalau tidak ada surat resmi dan tidak ada data sementara bagaimana kita melakukan penelitian?” ujar Desril kepada wartawan, di Jln. Raya Cinunuk km. 17, Kec. Cileunyi, Kab. Bandung, Selasa (12/7).

Dengan adanya pemberitahuan resmi serta dilengkapi dengan data awal penemuan itu, kata Desril, sudah cukup untuk pihaknya mengirimkan peneliti ke tempat itu.”Minimal ada surat resmi dari pihak desa. Namun, alangkah lebih baiknya dari dinas pemerintah daerah setempat,” ucapnya.

Setelah mengirimkan peneliti, pihaknya kemudian melihat potensi apakah temuan itu bisa dikembangkan atau tidak. “Kalau bisa, kita akan programkan setiap temuan di tahun mendatang sehingga ada dana untuk melakukan penelitian,” ucapnya.

Desril menuturkan, tahun 2011 pihaknya telah memprogramkan 12 penelitian dari wilayah Provinsi Lampung hingga Jawa Barat. “Wilayah penelitian kita mencakup empat provinsi yakni Lampung, DKI Jakarta, Banten dan Jabar. Untuk tahun ini, program penelitian di Jabar paling banyak yakni mencapai 8 tempat penelitian,” kata Desril.

Delapan penelitian di Jawa Barat pada tahun 2011, kata Desril, yakni di Kecamatan Cineam Tasikmalaya, gua Pawon di Kab. Bandung Barat, lalu Bogor mencari keberadaan kerajaan pasundan prabu siliwangi, lalu di Kecamatan Rajadesa Kab. Ciamis, serta Kec. Pamijahan Tasikmalaya, Cirebon, Karawang dan Kec. Kawali Kab. Ciamis.

Menurut dia, terbatasnya dana untuk melakukan penelitian, membuat pihaknya tidak bisa melakukan observasi di seluruh temuan benda sejarah di empat provinsi itu. “Dana penelitian untuk 12 tempat tersebut berkisar diangka sekitar Rp. 500 juta, tentunya kita harus melihat skala prioritas untuk penelitian,” ucapnya.

Pada berita sebelumnya, Bupati Bandung Dadang M. Nasser meminta kepada Balai Arkeologi Bandung untuk segera meneliti penemuan gua di Kampung Babakan RT 03 RW 02, Desa/Kec. Pangalengan, Kab. Bandung. Gua itu ditemukan warga saat hendak membuat septic tank, beberapa waktu lalu.

Menurut Dadang, warga minta kejelasan apakah gua itu mau ditimbun untuk membuat septic tank atau terus digali. Oleh karena itu, ia meminta agar pihak kecamatan segera berkoordinasi dengan badan arkeologi. (A-194/A-88)***

Iklan

Responses

  1. Kalau aku yg lapor ke departemen paleolologi di museum geologi supratman di bandung,nanti mereka pikr aku sudah dapat perentah resmi dari yg di museum sri baduga tegalega untuk di setrap disini malih.
    Taufiq walhidayah……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori