Oleh: hurahura | 29 Juli 2012

Diskusi Budaya: Warisan Seni Budaya Tionghoa di Swarnadwipa

Diskusi budaya dengan penyaji Bambang Budi Utomo dan Heriyanti Ongkodharma

Swarnadwipa merupakan nama lain dari Sumatera. Nama ini dipakai di Nusantara sejak berabad-abad lampau. Di Swarnadwipa masyarakat Tionghoa mengembangkan berbagai seni dan budaya melalui akulturasi budaya dengan masyarakat Melayu dan suku lain. Di Sumatera Utara, misalnya, terdapat warisan bangunan Kapitan Cina bernama Tjong A Fie. Dia orang berpengaruh pada masyarakat di sana. Arsitektur bangunan yang sampai kini masih lestari itu mendapat pengaruh dari seni budaya Tionghoa.

Di Sumatera Barat pengaruh Tionghoa kental pada kain songket yang berwarna merah dan kuning (emas). Warna merah dan emas menjadi ciri khas pakaian kerajaan pada masa Tiongkok kuno. Di Sumatera Selatan bahkan terdapat peninggalan kampung Tionghoa yang disebut Kampung Kapitan.

Sayang warisan seni budaya Tionghoa di banyak wilayah, termasuk di luar Sumatera, mengalami kerusakan dan pengabaian oleh masyarakat Tionghoa khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya. Isu pelestarian dan pembangunan kepedulian terhadap warisan seni budaya Tionghoa inilah yang coba disuarakan oleh generasi muda Tionghoa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) dalam bentuk diskusi budaya.

Pemberian penghargaan kepada Myra Sidharta

Diskusi berlangsung Sabtu, 27 Juli 2012, di Gedung Candra Naya, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Sebagai pembicara adalah Heriyanti Ongkodharma (Oyen), dosen di Departemen Arkeologi UI dan Bambang Budi Utomo (Tommy), peneliti di Pusat Arkeologi Nasional. Tommy memberikan gambaran tentang sumber-sumber Tionghoa tentang Swarnadwipa dan temuan-temuan arkeologis yang mencirikan seni budaya Tionghoa. Sementara Oyen mengemukakan berbagai pengaruh Tionghoa yang umumnya sudah berakulturasi dengan kebudayaan lokal dan pentingnya pelestarian seni budaya Tionghoa untuk generasi mendatang. Pada kesempatan itu IPTI memberikan penghargaan kepada Myra Sidharta, yang berjasa dan peduli pada kesusastraan Melayu Tionghoa. (ds)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori