Oleh: hurahura | 11 September 2012

Penelitian Arkeologi Terpadu Indonesia II Akan Diselenggarakan di Trowulan

Ilustrasi: Ekskavasi di Trowulan (Foto: internet)

Penelitian Arkeologi Terpadu Indonesia (PATI) kedua ini merupakan kelanjutan dari kegiatan PATI pertama yang diselenggarakan pada 29 Juli hingga 10 Agustus 2008 di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Seperti pada PATI I, kegiatan PATI II juga diikuti oleh perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program studi arkeologi, yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Udayana (UNUD), dan Universitas Hasanuddin (UNHAS).

Kegiatan PATI II kali ini juga diselenggarakan di Trowulan pada 16 hingga 29 September 2012. Bertindak sebagai koordinator adalah UI. Kegiatan PATI I dan PATI II ini terselenggara berkat dukungan penuh dari Yayasan Arsari Djojohadikusumo.

Tujuan utama kegiatan PATI adalah untuk menjadi ajang pembelajaran dan penajaman teori dan metode yang telah dimiliki oleh para pengajar dan mahasiswa arkeologi dari keempat universitas tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan dan menumbuhkan rasa kebersamaan antar para pengajar dan mahasiswa arkeologi seluruh Indonesia.

Tujuan khusus penelitian dalam kegiatan PATI II kali ini adalah:

  1. Memperdalam pemahaman tentang peradaban masa Majapahit sehingga diperoleh gambaran sejarah kebudayaan Majapahit yang lebih luas lagi, terutama perihal kedudukan dan fungsi sumber air serta jaringannya dalam kota Majapahit.
  2. Memperjelas konsepsi sistem bangunan suci di situs Trowulan dalam zaman kerajaan Majapahit (abad ke-14—15).

Adapun lokasi kegiatan penelitian PATI II adalah:

  1. Di dalam paras kanal di sisi selatan situs Lantai Segi 6, penelitian untuk mengetahui situasi dasar kanal, karena di dekatnya telah ada galian penduduk setempat yang memperlihatkan adanya struktur bata dan temuan pecahan gerabah lokal yang cukup banyak.
  2. Di area sekitar Candi Kedaton (Sumur Upas), merupakan lanjutan penelitian PATI I untuk mengetahui sistem jaringan air yang dihipotesakan berpusatkan di Sumur Upas.
  3. Situs Nglinguk, di belakang perumahan penduduk di sisi selatan jalan menuju ke Candi Tikus. Area ini telah benar-benar teraduk oleh bengkel pembuatan bata, banyak struktur bata yang telah dihancurkan dalam aktivitas bengkel bata. Penelitian bertujuan untuk menelusuri temuan bangunan candi andesit dan tembok bata besar yang pernah ditemukan dalam penelitian BP3 Jawa Timur sebelumnya.
  4. Di area halaman Pusat Informasi Majapahit atau Museum Trowulan. Penelitian di area tersebut sering dilakukan, namun hingga saat ini belum diketahui fase-fase lapisan budaya Majapahit. Penggalian berupa test pit di sini diharapkan mendapatkan fenomena arkeologis yang dapat membantu untuk memperkaya pengetahuan situs Trowulan.
Iklan

Responses

  1. Bpk / ibu mohon hasil penelitian ttg sumur upas yg katanya bekas galian patih bali kebo iwa yg ada di trowulan. Apakah betul ?? mat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: