Oleh: hurahura | 13 Mei 2011

Bangkitnya Pelatihan Masakan Yunani Kuno

erabaru.net, Jumat, 13 Mei 2011 – Sebuah “simposium” Yunani diadakan di kota Kapandriti di pinggiran Athena. Tapi ini bukan konferensi biasa. Disini, orang Yunani modern menyiapkan masakan dengan bahan dan resep yang sama dengan nenek moyang mereka. Di masa lalu, simposium berarti perjamuan untuk makan dan minum.

Menurut sejarawan, kehidupan di Yunani kuno berkisar pada makanan. Hal ini telah menghidupkan kembali tradisi.

[Andrew Dalby, Sejarawan Makanan]:
“Ia adalah pusat kehidupan kuno, dan tetap menjadi pusat kehidupan sekarang. Jika kita membawa hidup dan keluarga dengan serius, makan tetap menjadi pusatnya, ini untuk mereka.”

Makanan kuno masih bertahan di Yunani hingga hari ini.

Zaitun dan minyaknya, peterseli, oregano, madu, ikan dan roti, semua sudah teruji oleh waktu dan belum tenggelam oleh makanan impor dan resep baru.

Tetapi, ada juga perbedaan antara masakan Yunani kuno dan modern. Di masa lalu, daging jarang disantap.

[Andrew Dalby, Sejarawan Masakan]:
“Daging bukan hal besar pada zaman dulu, dan mungkin tidak begitu banyak pada pola makanan modern seperti negara lain. Tetapi orang semakin suka daging, yang belum tentu baik bagi kita.”

Ada sarapan, makan siang dan malam. Sarapan yang disajikan, jauh dari “frappe”, es kopi kesukaan Yunani modern.
Saat itu, sarapan adalah segelas anggur dan sepotong roti gandum.

[Andrew Dalby, Sejarawan Masakan]:
“Memang benar, dokter kuno menganjurkan porsi kecil, misalnya secangkir anggur, bukan segelas. Secangkir anggur dan air untuk sarapan, tentunya.”

Ada ara dan zaitun, tetapi tak ada kentang, tomat atau terong, bahan pokok mutlak dari resep Yunani modern.
Ada pula sarden yang direndam cuka mentah, ikan teri dengan mentimun, dan caper dengan roti gandum. Untuk pencuci mulutnya, dihidangkan ara berlapis madu dengan kacang.

Koki Yunani yang mengajar disana berkata, masakan Yunani kuno sangat segar dan sehat. Ia menganjurkan kesederhanaan masakan kuno saat memasak.

[Ilias Anastasiades, Koki Pengajar]:
“Teknik modern dengan banyak perubahan, masakan rumit, pencampuran budaya berbeda, ini yang kita mau, boleh saja. Tapi saat kini dan nanti, kita harus kembali ke masa lalu.”

Beberapa tamu yang hadir berkomentar, makanan kuno mirip dengan makanan modern, tapi lebih sehat. Yang lain berkomentar ia terlalu mentah.

Namun, wanita ini berkata, ia tak tahan pada makanan kuno.

[Antonia Mantala, Tamu Pelatihan]:
“Saya tidak bisa tahan tanpa kopi atau coklat, saya membutuhkannya.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori