Oleh: hurahura | 24 April 2012

Prasasti Palsu dari Sukabumi

Konon kabarnya di Nusantara terdapat banyak piramida. Piramida itu sengaja ditimbun karena di dalamnya berisi perhiasan emas. Piramida yang sering dibicarakan orang terdapat di Gunung Lalakon dan Gunung Sadahurip, keduanya terletak di Jawa Barat. Pertama kali isu piramida dilontarkan oleh sebuah komunitas yang katanya pencinta sejarah Nusantara. Mereka menggunakan metode dupa dan menyan. Bahkan melakukan penggalian (liar) sebagaimana layaknya arkeolog. Isu piramida semakin santer ketika Staf Khusus Presiden bidang Sosial dan Bencana membentuk Tim Bencana Katastropik Purba.

Komunitas tersebut juga mengklaim telah berhasil memetakan dan mendokumentasikan puluhan jenis aksara purba asli Nusantara. Aksara-aksara ini dapat digunakan untuk membaca prasasti dan naskah kuno. Sejak isu inilah di berbagai lokasi di Jawa Barat sering ‘ditemukan’ prasasti yang dihubungkan dengan kejayaan kerajaan Sunda kuno.

Menurut inilah.com, sebuah batu berukuran cukup besar di pinggir rumah penduduk Kampung Cicapar Pasir Desa Sukahurip Kecamatan Pangatikan sempat bikin heboh karena diduga merupakan sebuah prasasti. Ternyata setelah dilakukan penelitian hanyalah berupa bongkahan batu biasa.

Prasasti yang paling ‘fenomenal’ pernah ditemukan di Sukabumi tahun 2011. Pemberitaan gencar di media-media Jawa Barat menyebutkan prasasti ini berhubungan dengan nama Prabu Siliwangi, seorang raja besar dari Kerajaan Pajajaran. Padahal, di mata para pakar sejarah dan arkeologi, tokoh Siliwangi hanyalah fiksi belaka yang terdapat dalam salah satu naskah kuno Sunda.

Nama Siliwangi sendiri memang masih menjadi polemik. Meskipun pernah ada seminar pada 1980-an tentang ‘Siliwangi, Tokoh Mitos atau Sejarah?’, sampai kini masalah tersebut belum tuntas. Salah satu penyebabnya, banyak situs sudah rusak atau tertutup permukiman sehingga tidak ada lagi peluang penelitian.

Beberapa arkeolog dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Bandung, dan epigraf memang dibuat penasaran tentang temuan prasasti. Mereka segera ke Sukabumi. Setelah diteliti, ternyata hanya berupa aksara Latin yang distilir sedemikian rupa hingga terkesan tulisan kuno.


Beberapa prasasti palsu:


Tulisan pada bagian atas berbunyi SASAKALA.


Tulisan pada baris ketiga berbunyi SILIWANGI.


(Foto-foto: Koleksi Lutfi Yondri/Balai Arkeologi Bandung)


Ini ada lagi kiriman ‘prasasti’ dari seseorang lewat email. Warna tulisan dan batu begitu kontras, mungkin bukan dipahat, tapi ditulis dengan cat semprot. Tidak ada keteraturan ‘aksara’. Menurut pengirimnya, gambar ini diperoleh dari youtube soal situs di yucantan.

Iklan

Responses

  1. Saya baru tahu ada prasasti Sasakala dan Siliwangi. Bagaimana bisa tahu itu prasasti palsu? apakah hanya karena tulisannya mirip tulisan Latin? Terus isinya apa? dalam bahasa apa? Informasi yang menarik, sayang kurang lengkap…

    • Ada bbrp syarat prasasti, misalnya keteraturan huruf, maksud pengeluaran prasasti, pertanggalan, dsb…dalam prasasti tsb tidak ada hal demikian…

  2. BAGI URANG SUNDA, SILIWANGI BUKAN KHAYAL BIN FIKSI… PAKAR SEJARAH LAH YANG GOBLOK… MEMANG SEJAK SOEKARNO, SEJARAH TTG SUNDA DIKEBIRI…

    • 1. Identifikasi pasti tokoh SIliwangi belum final. Ada yang berpendapat dia adalah Lingga Buana (dan) atau Niskala Wastu Kancana (dan) atau Sri Baduga (dan) atau Surawisesa. Keempat tokoh tersebut adalah Raja Sunda.
      2. Pakar sejarah tidak goblok. Mereka bersekolah dan melakukan penelitian untuk mendapatkan gelar Drs. / Dra. / S.Hum. / S.S.; tidak seperti gelar Rd. yang diperoleh dengan mendompleng akta kelahiran / kartu keluarga.
      3. Pengebirian sejarah selalu ada sejak kala dan terjadi di mana-mana; dan yang paling parah adalah sejarah palsu yang sengaja diciptakan orang yang mabuk sejarah karena merasa paling peduli sejarah tetapi malah membenamkan sejarah asli.

      Sebagai contoh : Kalau tidak dicegah, suatu hari aksara aneh pada prasasti palsu dari Sukabumi tersebut bisa membenamkan Aksara Sunda Kuno yang merupakan salah satu jati diri asli masyarakat Sunda.

      • Saya cukup sependapat dengan sdr. benediktus, tapi dengan bahasa yang lebih halus. Anda mungkin bukan orang Sunda ya?

      • saya jg punya gelar akademis sampe jenjang s2 dri PT teremuka, tp gk patut sy banggakan.. ahli sejarah yg bener2 pakar bkn cma pake metode ilmiah yg umumnya spt skrg dipake…. nanti waktu yg akan membuktikan…

      • Saya mohon maaf sekiranya ada ucapan saya yang kurang sopan atau tidak sopan.

        Aksara yang pernah digunakan di Jawa Barat untuk menuliskan prasasti dari masa klasik meliputi Aksara Sunda Kuno (e.g. Prasasti-prasasti Kawali dari Ciamis), Aksara Jawa Kuno (e.g. Prasasti-prasasti Cibadak dari Sukabumi), dan Aksara Pallawa (e.g. Prasasti Tugu dari Jakarta). Selain itu, pada masa lalu di daerah Jawa Barat juga berkembang Aksara Arab (e.g. Aksara Sunda Pegon), Aksara Jawa Baru (e.g. Aksara Sunda Cacarakan), dan Aksara Latin.

        Apabila kita perhatikan “tulisan” pada prasasti palsu tersebut, dengan mudah kita kenali bahwa bentuk huruf “tulisan” tersebut tidak sesuai dengan bentuk huruf aksara apapun yang pernah digunakan atau masih digunakan di Indonesia (pada umumnya) atau di Jawa Barat (pada khususnya).

        Salam,
        🙂

  3. Pnjajah2 mncuri,mnympan,mnymbunyikn,mmbawa bnyak naskah2,prasasti2 n pninggalan2 kuno ke ngaranya. Slh 1 cntoh ja yakni naskah2 bujangga manik. Dmi plurusan prjalan sjarah tu minimal prlu 2 bukti validitas: naskah2 asli braksara kuno n pninggalan2nya.

  4. mliat prasasti2 tu bukn aksara2 sunda kuno kawali,ratu pakuan,kbantenan,dll. Pmbuatny mmbuat asal2an tanpa disadari ada dikit mirip aksara kuno minangkbau,incung kerinci,aksara tanda tanya sunda,aksara dibaca ‘é’ tpi bntukny mirip ‘s’ latin,dll. Lagian mskipun prasasti braksara sunda blm tntu juga asli isinya jika prnah ktahuan,ditmukan ma pnjajah2.

  5. Menurut saya. Kadang cerita atw dongeng saling bersangkutan dengan sejarah, contoh nya cerita sangkuriang, para peneliti belanda mempertimbangkan cerita rakyat soal sangkuriang. Secara sejarah nya bandung dahulu adalah bendungan/danau . jutaan tahun lalu peristiwa itu terjadi. Bagaimana mungkin orang sunda bisa melihat peristiwa terbentuk nya danau purba bandung, dengan di kemas cerita sangkuriang..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: