Oleh: hurahura | 20 Februari 2011

Candi Bubrah

Bangunan Candi Bubrah

Candi Bubrah terletak di dalam kawasan Taman Wisata Candi Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sedikit sekali informasi yang diperoleh mengenai candi. Saat ini Candi Bubrah tinggal berupa batur (kaki candi), itu pun telah rusak. Onggokan batu bekas dinding candi digeletakkan di dekat bangunan candi. Nama ‘Bubrah’ dalam bahasa Jawa berarti hancur berantakan. Mungkin candi ini dinamakan Bubrah karena ketika ditemukan kondisinya memang sudah dalam keadaan (bubrah).

Meskipun demikian, candi ini masih dapat dikenali sebagai candi Buddha. Ukuran candi relatif kecil dengan denah dasar persegi panjang. Tinggi batur (kaki) candi sekitar dua meter. Sepanjang pelipit atas dihiasi dengan pahatan berpola simetris. Tidak terlihat adanya sisa-sisa relief pada dinding kaki candi. Tangga naik ke selasar di permukaan batur terletak di sebelah timur.

Karena berlokasi dekat Candi Sewu, yang juga berciri Buddha, maka diperkirakan Candi Bubrah dibangun pada abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini menghadap ke timur dan mempunyai ukuran 12 m x 12 m terbuat dari batu andesit. Saat pertama kali ditemukan masih terdapat beberapa arca Buddha, walaupun tidak utuh lagi. Beberapa arca Buddha yang terpenggal kepalanya, mungkin ulah tangan-tangan usil manusia, terletak di halaman candi.

Arca yang sudah terpenggal kepalanya (sumber foto: tarabuwana.blogspot.com)

Candi ini belum ditangani serius oleh pemerintah karena banyak bagian candi hilang sejak lama. Jangan heran kalau banyak wisatawan enggan mendatangi candi ini. Mungkin karena informasinya minim, hanya papan nama yang terdapat di sana.

Candi Bubrah adalah candi yang paling hancur dibandingkan candi-candi lain di kompleks taman wisata. ”Jujur saja, candi ini adalah candi yang paling tidak menarik di antara kompleks Candi Prambanan, lantaran hampir tidak ada yang bisa dilihat selain hancuran fisiknya saja,” ujar seorang pengunjung lokal. Mungkin candi ini hancur oleh gempa bumi besar abad ke-10 dan ke-16. Gempa bumi 27 Mei 2006 turut menyumbang kerusakan pada fisik candi ini. (Djulianto Susantio/dari berbagai sumber)

Iklan

Responses

  1. biarpun hancur, tetap candi tersebut harus dilestarikan…

    Silakan berkunjung… 😉
    http://popnote.wordpress.com
    Terima kasih… 😀

    • bagus berarti kamu merupakan anak yang cxinta budaya termasuk benda2 penigalan sejarah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori