Oleh: hurahura | 22 Juni 2012

Seni Prasejarah: Lukisan Goa Tertua di Australia Ditemukan

KOMPAS, Selasa, 19 Juni 2012 – Sebuah mahakarya lukisan di dinding goa batu, yang diduga dibuat sekitar 28 alaf (satu alaf sama dengan 1.000 tahun) lalu, ditemukan di Australia. Lukisan ini menjadi salah satu lukisan goa tertua di dunia.

Adalah Bryce Barker, arkeolog asal University of Southern Queensland, Senin (18/6), yang mengumumkan temuannya di bulan Juni tahun lalu itu.

Barker memastikan usia lukisan goa tertua di Australia itu berdasarkan hasil uji radiokarbon di laboratorium University of Waikato, Selandia Baru.

Mahakarya suku asli benua Australia, Aborigin, tersebut ditemukan Barker di kawasan pegunungan batu di Northern Territory yang populer disebut Nawarla Gabarnmang.

”Lukisan-lukisan di dinding goa batu yang kami temukan ini terbuat dari arang sehingga usia radiokarbonnya bisa ditentukan,” ujar Barker.

Menurut dia, ada banyak lukisan sejenis, yang sayangnya dibuat dari bahan-bahan mineral sehingga relatif sulit dipastikan usianya.

”Tak dapat dimungkiri temuan ini adalah lukisan goa tertua di Australia dan juga salah satu yang tertua di dunia,” klaim Barker.

Barker juga mengklaim punya bukti yang menunjukkan kalau goa tempat temuan lukisan tadi juga sudah didiami manusia sejak 45 alaf lalu.

Hingga saat ini, lukisan sejenis berusia paling tua di dunia ditemukan di goa El Castillo, Spanyol, berbentuk telapak tangan dan piringan-piringan berwarna merah berusia 40.800 tahun.

Para pakar melacak usia lukisan di goa El Castillo dengan menggunakan teknik penanggalan uranium-thorium.

Lukisan telapak tangan dan piringan berwarna merah itu oleh pelukisnya dibuat dengan teknik menyemprotkan pewarna ke dinding goa batu.

Arkeolog Sally May dari Australian National University menggambarkan temuan Barker sebagai temuan yang ”sangat penting”.

”Temuan setua itu di Australia sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Semua orang tahu manusia hidup dan tinggal di benua ini jauh lebih lama (daripada usia lukisan itu). Tak beralasan jika manusia-manusia itu tak bisa memproduksi karya seni,” ujar Sally. (AP/DWA)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori