Oleh: hurahura | 11 Oktober 2013

SITUS PURBAKALA: Sangiran Diusulkan Jadi Pusat Penelitian Evolusi

KOMPAS, Kamis, 10 Oktober 2013 – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengusulkan situs manusia purba Sangiran di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menjadi pusat penelitian evolusi manusia tingkat internasional. Kementerian juga sedang menyiapkan untuk menghubungkan situs itu dengan situs manusia purba Trinil di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dan Patiayam di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

”Kami mengirim proposalnya ke lembaga PBB bidang pendidikan dan kebudayaan, UNESCO, pada Agustus 2013,” kata Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Harry Widianto, Rabu (9/10), di Kudus, di sela-sela Diskusi Kelompok Terarah (FGD) Masterplan Situs Patiayam di Kudus. Kegiatan ini dihadiri peneliti budaya dari Universitas Gadjah Mada, Daud Aris Tanudirjo.

Menurut Harry, dengan menyandang pusat penelitian, Sangiran diharapkan menjadi salah satu tempat studi, konservasi, dan contoh manajemen pengelolaan situs tingkat dunia. Dengan demikian, Sangiran akan menyumbang pemecahan teori missing link dan evolusi manusia.

Menurut rencana, UNESCO akan melakukan studi kelayakan pada akhir 2013 hingga awal 2014. UNESCO akan menyidangkan hasilnya pada April 2014.

”Pada tahun 2014, kami juga menyiapkan anggaran Rp 6 miliar untuk penelitian, konservasi, dan manajemen pengelolaan situs. Dana akan kami anggarkan setiap tahun,” kata Harry.

Ia menambahkan, ke depan, Situs Sangiran akan dihubungkan dengan Situs Trinil dan Patiayam. Tujuannya, melengkapi studi dan penelitian manusia purba di Indonesia serta mengembangkan wisata minat khusus. Untuk mengembangkan Situs Patiayam dan Trinil, setidaknya dibutuhkan dana Rp 25 miliar-Rp 30 miliar.

Daud Aris Tanudirjo mengatakan, saat ini rencana induk Situs Patiayam sedang digarap. Pembuatannya diawali FGD, antara lain tentang poin-poin yang akan dilestarikan dan tujuan pelestarian. ”Masterplan dan desain rencana rinci diharap selesai pada 2014, lalu pada 2015 pembangunan Situs Patiayam bisa mulai dilakukan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kudus Sancaka Dwi Supani mengatakan, pemerintah daerah akan mendukung program dari pusat itu dengan menganggarkan dana pendamping. (HEN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori