Oleh: hurahura | 29 Maret 2016

Blusukan ke Reruntuhan Candi

Nugroho-01Batu berhias bagian candi tergeletak di samping rumah penduduk

Perjalanan blusukan dimulai dari desa Traji, Parakan. Di permukiman warga kami menemukan banyak artefak dari reruntuhan candi. Dari lokasi itu kami menuju ke situs yang dikatakan warga Watu Radio. Lepas dari sana, kami menuju ke sebuah situs di areal pemakaman. Di situ terdapat batu tempat menaruh arca, jumlahnya sekitar 40 buah. Terdapat juga lingga.

Perjalanan dilanjutkan menuju ke situs sebuah desa. Kami lihat hampir setiap rumah memiliki artefak-artefak sebuah candi. Ada yang menjadi bagian bangunan dan sumur. Ada pula untuk meletakkan pot bunga dan pengganjal pintu. Batu-batu tersebut polos dan berukir.

Nugroho-10Sisa-sisa saluran air yang ditemukan di permukiman penduduk

Masih di Desa Candisari, Kec. Bansari terdapat areal pemakaman dengan beberapa buah lingga dan batu sisa candi. Di desa tersebut juga terdapat batu saluran irigasi. Jika diurutkan dapat tembus sekitar 11 kilometer.

Selanjutnya kami menuju Candi Pringapus dan situs sisa Candi Perot yang hancur terkena angin dan sebuah kolam. Pada kolam itu terdapat arca nandi dan batu lumpang.

Candi Pringapus terletak di Desa Pringapus, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung (Jawa Tengah). Desa Pringapus terletak di Gunung Sindoro. Lokasi candi kira-kira 5 kilometer dari Kecamatan Ngadirejo dan berjarak 32 kilometer arah Timur Laut dari kota Temanggung.

Candi Pringapus pertama kali disebut Junghuhn dalam daftar reruntuhan candi-candi Jawa, yang didasarkan pada gambar Hoepermans. Setelah itu, gambar diperbarui oleh Brandes, Van Erp (1909), dan Knebel (1911). Candi tersebut dibangun pada 772 Saka atau 850 Masehi menurut prasasti yang ditemukan di sekitar candi ketika diadakan restorasi pada 1932.

Candi ini merupakan Replika Mahameru, nama sebuah gunung tempat tinggal para dewata. Hal ini terbukti dengan adanya hiasan antefiks dan relief hapsara-hapsari yang menggambarkan makhluk setengah dewa. Candi Pringapus bersifat Hindu Sekte Siwaistis. Di dalam candi masih dapat dijumpai arca nandi (wahana Dewa Siwa). Kondisi arca nandi masih bagus.

Candi Pringapus mengingatkan kita pada candi-candi di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo dan Candi Gegongsongo di Desa Candi Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Bentuknya hampir sama. Kebetulan ketiga komplek candi ini berada di kawasan yang berdekatan, sehingga memiliki banyak kesamaan, baik dalam bentuk maupun kebudayaan masyarakat saat itu.


Foto-foto:

Nugroho-12

Situs Watu Radio

Nugroho-08

Yoni di samping rumah warga

Nugroho-07

Mendokumentasikan temuan arkeologis

Nugroho-pringapus-05

Candi Pringapus


Laporan dan foto: Nugroho Wibisono


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: