Oleh: hurahura | 2 Oktober 2010

Benda Emas Ditemukan

Kompas, Sabtu, 2 Oktober 2010 – Puluhan benda purbakala ditemukan di Candi Pustakalasala atau yang juga disebut Candi Kimpulan di kompleks Universitas Islam Indonesia Yogyakarta selama ekskavasi pada 7-30 September 2010. Benda itu antara lain lempeng emas, puluhan fragmen emas, perak, dan perunggu.

Lempeng emas ini, menurut Dulrahman, staf teknis Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta, ditemukan pada 7 September. Lempeng emas yang berdiameter 3 sentimeter ini berbentuk bulat dengan lambang padma. Lempeng ini ditemukan di dalam posisi di tengah-tengah batu peripih (bawah lingga candi induk). Berat lempeng emas sekitar 8,9 gram.

Di sekitar batu peripih ini (di atas lempeng emas) ditemukan fragmen (potongan) emas, perak, dan mata uang perak yang diletakkan pada lempengan emas. Mata uang perak ini bertuliskan huruf Jawa Kuno.

Temuan terbaru ialah sebuah mangkuk perunggu yang berdiameter 15 cm, ditemukan di bawah umpak (landasan atap candi) batu di sudut timur laut candi induk. Sebenarnya di candi induk yang berukuran 6 meter x 6 meter ini terdapat 12 umpak. Namun, dari ke-12 umpak itu, hanya 11 umpak yang di bawahnya terdapat mangkuk perunggu.

”Di dalam mangkuk ini ada sejumlah fragmen logam berbentuk spatula (sendok). Mangkuk-mangkuk lainnya di 10 umpak belum kami teliti,” ujar Dulrahman.


Utuh dan berharga

Selain itu, ditemukan pula fragmen perunggu dan manik-manik di dalam lubang yoni di bawah peripih candi perwara, yang ada di dekat candi induk, berdimensi 6 meter x 4 meter. Ditemukan juga batu giok warna hijau yang panjangnya 1,6 cm.

”Kondisi barang purbakala ini cukup utuh. Ini benar-benar aset yang berharga. Situs ini makin menarik,” ujar Dulrahman.

Namun, pihak BP3 Yogyakarta belum membolehkan temuan-temuan tersebut difoto. Adapun temuan segera diamankan di kantor BP3 di Prambanan. Indung Panca Putra, Ketua Kelompok Kerja Perlindungan BP3, mengatakan, temuan masih dianalisis sehingga belum bisa diekspos.

Candi Kimpulan berada di dalam kompleks UII Jalan Kaliurang Kilometer 16, Pakem, Yogyakarta. Candi ditemukan secara kebetulan pada 11 Desember 2009 ketika para pekerja menggali untuk membangun perpustakaan kampus. Beberapa temuan sebelumnya adalah lingga-yoni di candi perwara.

Candi yang diduga dari abad IX hingga abad X itu juga menyimpan keunikan lain, misalnya hanya memiliki satu bangunan candi perwara, padahal lazimnya tiga. (PRA)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori