Oleh: hurahura | 30 November 2011

Gedung Harmonie di Mata Emil Helfferich

Warta Kota, Rabu, 30 November 2011 – Mengingat lokasi negaranya berdekatan, selalu saja ada orang Jerman yang ikut ke Batavia. Ketika itu Batavia dikuasai oleh pihak Kompeni. Salah seorang Jerman yang lama tinggal di Batavia adalah Emil Helfferich (1878-1972). Dia seorang pengusaha.

Banyak kenangannya terhadap Gedung Harmonie, sebagaimana pernah diungkapkannya kepada Radio Suara Jerman Deutsche Welle. ”Saya masuk perkumpulan tertua dan terbaik di Batavia, yakni Harmonie. Ketika itu semua bangsa terwakili di sana, tapi tentu saja mayoritas anggotanya orang Belanda. Sebagai pengurusnya, sesuai dengan tradisi, selain orang Inggris ada juga orang Jerman,” kata Helfferich.

Lebih lanjut dikatakan, Gedung Harmonie adalah gedung mentereng berlantai marmer putih dengan kebunnya yang luas. Dulu berada di Jalan Rijswijk. Di ruang baca terdapat surat kabar dan majalah berbahasa Belanda, Inggris, Jerman, dan Prancis. Juga ada perpustakaan yang cukup lengkap. Kalau cuaca baik, setiap Minggu malam diadakan konser. Kalau cuaca jelek, konser diadakan di aula di dalam gedung. Kadang-kadang juga diselenggarakan pesta dansa. Harmonie adalah perkumpulan untuk kaum pria. Biasanya kaum wanita dilarang masuk gedung, kecuali untuk konser dan pesta dansa”.

Karena seorang pengusaha, Helfferich tergolong warga terpandang. Dia sering datang ke gedung tersebut untuk ramah tamah dan berbicara tentang politik, di samping masalah inti memelihara dan membina hubungan baik untuk bisnisnya. Menurut Helfferich, untuk bisa menjadi anggota Harmonie Club dan memainkan peranan penting dalam masyarakat Batavia, orang harus punya kedudukan tinggi dalam pemerintahan kolonial, di militer, bank, atau perusahaan dagang. Helfferich menjadi anggota pada 1903 ketika berumur 25 tahun.

Meskipun waktu itu kedudukannya belum tinggi, dia dihormati anggota lainnya. Sebagai pendatang baru, Helfferich hanya ingin lebih mengenal seluk-beluk alam tropis dan risiko perdagangan lada, ketimbang etika pergaulan di masyarakat kolonial.

Helfferich pernah tinggal di Lampung. Selepas 1903 dia pindah ke Batavia sampai 1927. Perusahaannya yang terkenal adalah Helfferich & Rademacher, berkantor di Jalan Kalibesar. Karena maju, dia mendirikan kantor cabang di Surabaya. Pada 1906 dia memindahkan kantornya ke Rumah Merah, bekas rumah kediaman Gubernur Jenderal VOC van Imhoff yang juga berasal dari Jerman.

Seusai Perang Dunia I, Inggris melarang setiap hubungan dagang dengan perusahaan Jerman. Meskipun perusahaannya macet, Helfferich tetap aktif di Perhimpunan Jerman Deutscher Bund di Batavia. Inilah cikal bakal Ekonid, yakni perkumpulan ekonomi Indonesia-Jerman, yang didirikan pada 1973 di Jakarta. (Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: