Oleh: hurahura | 29 Maret 2011

SITUS MUARO JAMBI: Hentikan Penimbunan Batu Bara

KOMPAS/IRMA TAMBUNAN

Candi Teluk I di Desa Kemingking Luar, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (26/3), terancam rusak oleh masuknya perusahaan penimbunan batu bara. Padahal, candi ini masuk zona inti Situs Muaro Jambi yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Kompas, Senin, 28 Maret 2011 – Aktivitas penimbunan batu bara kian marak di areal situs purbakala Muaro Jambi. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala mendesak Pemerintah Kabupaten Jambi untuk menghentikan pemberian izin baru bagi perusahaan lain.

Dalam pantauan Kompas, akhir pekan lalu, aktivitas penimbunan batu bara yang berada di tepi Sungai Batanghari dilakukan oleh PT Bina Borneo Inti, PT Tegas Guna Mandiri (TGM), serta pabrik pengolahan sawit PT Sinar Alam Permai. Padahal, lokasi penimbunan itu merupakan zona inti Situs Muaro Jambi dan telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya.

Di areal penimbunan itu bahkan terdapat sejumlah candi dan menapo (tumpukan berstruktur candi), antara lain Menapo Pelayangan I dan II, Menapo China, serta ditemukan banyak keramik dan guci dari China peninggalan abad VII hingga XIV.

Kompas mendapati Menapo China di kawasan operasional PT TGM telah digerogoti limbah cair dari penimbunan batu bara yang berjarak hanya 30 meter. Limbah bercampur air genangan hujan di kanal mengelilingi menapo sehingga tampak seperti kubangan lumpur.

Petugas Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi di Situs Muaro Jambi, Zubaidi, mengatakan, menapo yang terbangun dari tumpukan batu bata kuno tersebut dikhawatirkan akan semakin cepat rusak karena telah bercampur limbah batu bara.


Candi Teluk

Kerusakan juga mengancam Candi Teluk I dan Candi Teluk II di Desa Kemingking, Kecamatan Taman Rajo, yang lahannya direncanakan untuk pembangunan tempat penimbunan batu bara, minyak sawit mentah, dan bahan bakar minyak, serta terminal peti kemas oleh PT Nusantara Bulk Terminal pada kuartal II tahun ini. Sabtu lalu, alat berat terlihat mulai melakukan pekerjaan pembangunan.

Juru Bicara BP3 Jambi Agus Widiatmoko mengatakan, pihaknya selalu memberikan rekomendasi penolakan rencana pembangunan penimbunan batu bara di kawasan tersebut, tetapi pemerintah daerah setempat tetap memberikan izin.

Kepala Desa Kemingking Anang Fachri juga mengaku menolak rencana pembangunan terminal dan penimbunan batu bara di sekitar Candi Teluk I dan II. Pihaknya berharap candi tersebut secepatnya dipugar agar lebih banyak wisatawan berkunjung.

Wakil Direktur PT Nusantara Bulk Hendra Atmaja mengatakan, pembangunan terminal dan penimbunan batu bara memang akan dilakukan pada kawasan peninggalan arkeologis. Namun, pihaknya menjamin candi yang ada di sana tidak akan digilas alat berat. (ITA)

Iklan

Responses

  1. Numpang promo ya gan..:D

    LOWONGAN KERJA SAMPINGAN GAJI 3 JUTA /MINGGU

    Kerja Management dari program kerja online (Online Based Data Assignment Program / O.D.A.P) MEMBUTUHKAN 200 KARYAWAN diseluruh indonesia yang mau kerja sampingan online dengan potensi penghasilan 3 JUTA/MINGGU+GAJI POKOK 2 JUTA/BULAN, Tugasnya hanya ENTRY DATA, per entry @10rb, Misal hari ini ada kiriman 200 data dari O.D.A.P yang harus di ENTRY berarti kita dapat hari ini @10Rb x 200 = 2 JUTA. Lebih Jelasnya kirimkan Nama LENGKAP & EMAIL ANDA.

    Buka blog SHANTI BISNIS

  2. semoga janji tak gilas situs benar adanya dan semoga pemerintah lebih daripada melindungi peninggalan sejarah ini


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori