Oleh: hurahura | 16 September 2010

Misteri Candi Kembar Itu…

Kompas Jogja, Selasa, 14 Sep 2010 – Dari puluhan situs candi di seputar wilayah Prambanan, ada dua candi yang kembar, yaitu Candi Sambisari dan Candi Kedulan. Kembar bentuk candinya, ornamennya, dan diduga kuat keduanya dibuat pada tahun yang sama. Hanya arah hadap dua candi-yang sama-sama memiliki patung utama Syiwa dan lingga-yoni-ini yang berbeda.

Candi Sambisari terletak di Dusun Sambisari menghadap arah barat dan Candi Kedulan menghadap ke timur. Keduanya berada dalam wilayah Kecamatan Kalasan, Sleman.

Candi Sambisari ditemukan 1966 oleh seorang petani dusun setempat. Candi yang semula terbenam lahar pasir letusan Merapi sedalam 6,5 meter itu berhasil dipugar dan selesai 1987. Adapun Candi Kedulan boleh dikatakan temuan baru karena baru ditemukan tahun 1993 dan saat ini sedang memasuki purnapugar. Candi ini juga ditemukan dalam kedalaman 6,5 meter. Kalangan arkeolog banyak menduga, dua candi beraliran Hindu dan sama-sama terbuat antara abad IX-X ini terbenam oleh lahar abu Merapi kala meletus tahun 1006.

Dua candi ini 100 persen pemugarannya dikerjakan oleh putra- putra Indonesia. Candi yang sudah berserakan itu berhasil ditegakkan kembali meskipun dalam waktu lebih dari 10 tahun. Keahlian yang dimiliki putra-putra Indonesia dalam hal pemugaran candi inilah yang kemudian diberi kepercayaan untuk membangun kompleks candi raksasa Ankor Wat di Kamboja.


Spekulasi

Letak antara dua candi ini kalau ditarik garis akan membentuk sumbu diagonal. Jaraknya sekitar 2,5 kilometer. Dua candi ini letaknya hanya 5 kilometer dari kompleks candi besar seperti Prambanan, Candi Sewu, Ratu Boko, dan Candi Plaosan.

Letak Sambisari-Kedulan yang membentuk sumbu diagonal dan kedekatannya dengan candi-candi besar (istilahnya candi negara) mulai memunculkan spekulasi dari para peneliti arkeologi: ada misteri apa dari dua candi kembar itu?

Tiga prasasti singkat yang ditemukan tahun 2003 di Candi Kedulan, meskipun belum bisa membuka tabir misteri itu, sedikit bisa memberi petunjuk. Isi prasasti berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta yang berhasil dibaca itu prinsipnya berbunyi ada dua daerah, yaitu Pananggaran dan Parahyangan, yang dibebaskan dari pajak. Itu berkait karena di wilayah tersebut ada bangunan bendungan dan tempat persembahyangan bernama Tiwaharyyan.

Namun, di mana letak persisnya bendung itu dan apakah nama Tiwaharyyan sebenarnya nama Candi Kedulan masih menjadi pertanyaan besar bagi kalangan arkeolog.

Yang pasti, antara Sambisari dan Kedulan ada petunjuk-petunjuk kehidupan kuno dengan ditemukannya berbagai benda seperti gerabah, keramik asing, lumpang, dan temuan perhiasan emas.


Mataram Kuno

Dalam konteks permukiman itulah, muncul pemikiran yang mengarah pada kemungkinan pusat Kerajaan Mataram Kuno. Guru besar arkeologi dari Universitas Gadjah Mada, Timbul Harjono, menyatakan, letak Kerajaan Mataram Kuno diduga berpindah-pindah. Perpindahan itu memang berada dalam lingkup antara daerah Kedu (Borobudur) sampai daerah Prambanan (Candi Prambanan).

Baskara, Kepala Balai Arkeologi Medan, yang kini sedang meneliti di mana situs Mataram Kuno, menyatakan, keberadaan Kedulan dan Sambisari adalah konsep sebatas wilayah. Dugaannya juga dikuatkan atas adanya dua situs yang letaknya juga arah diagonal yang berlawan dengan Sambisari-Kedulan. Dua situs itu adalah situs Sambiroto dan situs Dhuri. Asumsinya, Sambisari-Kedulan dan Sambiroto-Dhuri adalah pembatas sebuah wilayah. Artinya di antara empat situs itu adalah kawasan hunian yang besar. Apakah itu salah satu situs Mataram Kuno? Masih butuh penelitian. (Thomas P Widijanto)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: