Oleh: hurahura | 24 Juni 2010

Himusba Ancam Keluar dari Keanggotaan AMI

Denpasar – Himpunan Museum Bali (Himusba) AMI Komda Bali mengancam akan keluar dari keanggotaan Asosiasi Museum Indonesia (AMI). Hal ini menyusul sikap AMI pusat dan Museum Nasional yang tidak melibatkan Himusba AMI Komda Bali ketika menggelar seminar internasional bertajuk “New Paradigm of Museum Management” di Sanur, Bali, 6 Mei lalu.

“Sebagai tuan rumah kami merasa tidak diperhitungkan keanggotaan kami sebagai Himusba AMI Komda Bali, karena tidak dilibatkan dalam seminar itu. Atas dasar itu, Himusba AMI Komda Bali akan keluar dari keanggotaan AMI pusat dan berdiri sendiri,” tegas Ketua Umum Himusba AMI Komda Bali Nyoman Gunarsa kepada pers, Senin (21/6), di Semarapura, Klungkung Bali.

Menurut Gunarsa, rencana Himusba keluar dari keanggotaan AMI pusat ini sudah disampaikan kepada Ketua Umum AMI pusat Retno Sulistianingsih Sitowati melalui surat tertanggal 17 Mei dan 2 Juni lalu. Intinya Himusba AMI Komda Bali sangat menyesalkan sikap AMI pusat yang tidak melibatkan Himusba AMI Komda Bali pada seminar tersebut.


Paradigma Baru

Gunarsa yang dikenal sebagai maestro seni lukis itu mengakui, Himusba AMI Komda Bali diundang untuk menghadiri pembukaan seminar itu. Namun, lanjut Gunarsa, hal itu hanya sebagai undangan dan bukan peserta seminar maupun panitia. “Selesai acara pembukaan saya langsung pulang, karena bukan sebagai peserta seminar,” tutur Gunarsa.

Kalangan Himusba AMI Komda Bali, papar Gunarsa, sebenarnya sangat berkepentingan dengan seminar tersebut, karena membahas soal paradigma baru dalam mengelola museum. “Kalangan museum di Bali juga perlu menambah wawasan tentang manajemen museum,” imbuhnya.

“Himusba AMI Komda Bali akan keluar dari keanggotaan AMI pusat, karena peranan kami di daerah disepelekan dan tidak dioptimalkan oleh AMI pusat,” tandas Gunarsa.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum AMI pusat Retno Sulistianingsih Sitowati menyebutkan, seminar 6-9 Mei lalu di Sanur, Bali itu merupakan kegiatan yang diselenggarakan Museum Nasional dengan sumber dana dari DIPA Museum Nasional tahun anggaran 2010.

Sedangkan peranan AMI pusat dalam seminar, ucap Retno, merupakan pelibatan atas undangan Museum Nasional. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam pelibatan AMI, khususnya Himusba,” tutur Retno melalui suratnya kepada Himusba AMI Komda Bali tertanggal 7 Juni 2010. (cmg)

(Sinar Harapan, Selasa, 22 Juni 2010)

Iklan

Responses

  1. baru gak diundang seminar udah ngambek.

    http://klutusan.wordpress.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori