Oleh: hurahura | 26 Juli 2010

Melihat Cumi-cumi Kolosal di Museum Te Papa

Cumi Terbesar — zimbio.com

JIKA Anda sedang liburan di Selandia Baru, jangan lewatkan untuk mampir ke Museum Te Papa. Di museum ini, Anda akan menemukan cumi-cumi kolosal (colossal squid) yang merupakan cumi-cumi terbesar di dunia.

Museum Te Papa sebenarnya adalah Museum nasional Selandia Baru yang memberikan gambaran seni bangsa, sejarah, masyarakat, dan satwa liar di wilayah ini. Namun kini, koleksi di dalamnya semakin menarik dengan menampilkan spesimen cumi-cumi kolosal, satu-satunya di dunia yang diawetkan.

Kisah cumi-cumi kolosal di Museum Te Papa berawal ketika kapal nelayan San Aspiring melaut pada bulan Februari 2007. Saat itu, para kru sedang memancing dengan longlines untuk menangkap Toothfish Antartika.

Longlines merupakan sebuah alat khusus dengan banyak kail yang digunakan untuk menangkap ikan berukuran besar. Bukannya mendapat ikan, para kru justru mendapat cumi-cumi kolosal dengan berat hampir 500 kg.

Cumi-cumi kolosal ini diyakini sebagai spesies cumi-cumi terbesar di dunia. Lebih besar dan lebih berat dari cumi-cumi raksasa. Cumi-cumi ini dilengkapi dengan tungkai yang tercakup dalam gigi dan mata terbesar di dunia.

Yang membedakan cumi kolosal dengan cumi raksasa adalah ukurannya. Cumi kolosal mempunyai ukuran sedikit lebih panjang dari cumi raksasa. Jika cumi raksasa diperkirakan bisa mencapai 13 meter, cumi kolosal bisa mencapai 14 meter bahkan lebih.

Selain itu yang membedakan kedua cumi-cumi ini adalah giant squid (cumi-cumi raksasa) hanya memiliki tentakel yang memiliki lubang penghisap dan gigi-gigi kecil, sedangkan colossal squid (cumi-cumi kolosal) memiliki tentakel yang juga dilengkapi dengan kait yang tajam. Beberapa kait bahkan memiliki 3 ujung.

Fakta mengenai cumi-cumi kolosal ini menjadi daya tarik tersendiri dan menunjukkan bahwa monster laut kemungkinan ada. Jadi, saat ke Selandia Baru jangan lewatkan berkunjung ke museum yang berada di 55 Cable St,Wellington ini.

Anda bisa berkunjung ke museum ini karena buka setiap hari. Museum Te Papa buka mulai pukul 10.00-18.00 waktu setempat dengan bebas biaya masuk.(*/X-12)

(mediaindonesia.com)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori