Oleh: hurahura | 19 Juni 2012

Mohr, Nama Planet Kecil (2-Habis)

Warta Kota, Selasa, 19 Juni 2012 – Pada 6 Juni 1761 ketiganya melakukan pengamatan Transit Venus. Pengamatan ini sukses karena mereka berhasil melihat Transit Venus secara keseluruhan tanpa ada gangguan dari awan. Mohr juga melakukan pengukuran kemajuan Venus saat melintas piringan Matahari selama transit. Meskipun de Haan dan Soale yang melakukan observasi, namun Mohr lah yang kemudian menyiapkan laporan detail yang kemudian diterbitkan pada 1763.

Setelah pengamatan Transit Venus tersebut, Mohr mulai dikenal sebagai seorang “astronom”. Pada 1763 Mohr menjadi anggota Hollandsche Maatschappij der Wetenschappen. Berkat warisan mertuanya, pada 1765 Mohr membangun sebuah observatorium pribadi di Batavia. Gedung itu punya toren, yang oleh lidah Betawi disebut torong. Nama Gang Torong sampai kini masih tetap dikenal di kawasan Glodok.

Pada 3 Juni 1769 Mohr melakukan pengamatan Transit Venus dari Observatorium pribadinya. Sayangnya, langit diliputi awan sehingga Matahari sama sekali tak terlihat. Transit Venus saat itu sudah dimulai empat jam sebelum Matahari terbit. Observatorium Mohr pernah dikunjungi Kapten James Cook pada 1770, saat kapal Endeavour miliknya membutuhkan perbaikan dan transit di Batavia.

Observatorium Mohr lukisan J. Rach (Koleksi Perpustakaan Nasional)

Oktober 1775 Mohr meninggal karena sakit. Sebelumnya dia meninggalkan memoar ilmiah yang sangat penting pada 1773. Dia memberi gambaran ledakan gunung api Papandayan. Menurut laporannya, pada 11-12 Agustus 1172 Papandayan meletus dan menelan area seluas 240 kilometer persegi. Sekitar 40 desa hancur dengan korban hampir mencapai 3000 jiwa.

Tahun 1780 observatorium pribadinya itu mengalami kerusakan hebat akibat gempa. Bahkan ada catatan observatorium tersebut tinggal puing-puing. Setelah kematian istrinya pada 1782 bangunan observatorium tersebut digunakan sebagai kantor dan barak tentara sampai 1809. Setelah itu dihancurkan dan pada 1844 bangunan itu hanya menyisakan batu fondasinya. Saat ini, lokasi Observatorium Mohr diduga menjadi lokasi sebuah sekolah swasta. Dalam lukisan yang dibuat oleh J. Rach, gedung observatorium berlokasi tidak jauh dari kelenteng Jin-de-yuan.

Observatorium Mohr tampak dari jauh (Koleksi Perpustakaan Nasional)

Instrumen yang pernah ada di Observatorium Mohr pernah terlupakan selama bertahun-tahun dalam loteng sebuah gudang di Amsterdam. Saat ini diketahui sebagian instrumen itu tersebar sebagai koleksi beberapa museum Belanda. Nama Mohr sendiri kemudian diabadikan sebagai nama planet kecil yang ditemukan tahun 1933. (Djulianto Susantio, pemerhati dan sejarah)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: