Oleh: hurahura | 14 Maret 2011

Naskah Kuno: Terungkap, Astronomi Bercocok Tanam di Sumatera Selatan

KOMPAS – Senin, 7 Mar 2011 – Dua serat ulu atau naskah kuno di Sumatera Selatan mengungkap kemungkinan telah berkembangnya astronomi di masyarakat setempat pada ratusan tahun lalu. Selain memuat diagram penanggalan dan posisi matahari, serat ulu itu juga berisi petunjuk bercocok tanam sesuai dengan posisi benda-benda langit.

Dua serat ulu itu berjenis kaghas atau serat ulu yang ditulis di lembaran kulit kayu. Aksara yang digunakan adalah kaganga, yaitu aksara asli masyarakat hulu Sungai Musi di Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Lampung.

Ketua Tim Peneliti Serat Ulu Balai Arkeologi Palembang Wahyu Rizky mengatakan, dua kaghas itu diduga berisi astronomi yang digunakan untuk keperluan bercocok tanam, seperti menentukan waktu dan jenis tanaman yang tepat.

“Dugaan ini muncul karena bagian awal kaghas berisi petunjuk bercocok tanam. Lalu, ada diagram, gambar, dan simbol yang diduga berkaitan dengan astronomi,” kata Wahyu di Palembang, Sabtu (5/3).

Simbol dan diagram dalam kedua kaghas itu mempunyai banyak kesamaan. Salah satunya berupa diagram lingkaran yang berisi nama-nama bulan Hijriah dengan keterangan berupa simbol. Terdapat pula diagram berbentuk kotak yang menunjukkan berbagai arah sinar matahari.

Keberadaan dua kaghas ini baru diketahui dan didokumentasikan Balai Arkeologi Palembang pada pertengahan 2010 dalam penelitian serat ulu periode kedua. Semuanya dimiliki warga di Pagaralam yang sejak dulu dikenal sebagai daerah pertanian.

Menurut Wahyu, kaghas-kaghas tersebut merupakan warisan keluarga pemiliknya. “Kaghas biasanya diwariskan turun-temurun dan sering dikeramatkan oleh pemiliknya,” katanya.

Sementara itu, kerangka manusia kubur tempayan di Situs Palawangan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, terancam hancur. Sejumlah bagian tulang telah patah dan remuk karena kurang perawatan dan perlindungan.

Satu kerangka diletakkan di peti kayu tanpa tutup beralas pasir dengan posisi memanjang. Satu lagi terisi dalam kotak tripleks yang terbalut pasir, kerang, dan karang.

“Saya telah melaporkan ke Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang membawahi situs Plawangan, tapi belum ada tanggapan. Padahal, rekonstruksi kerangka mendesak dilakukan,” kata pengelola Situs Plawangan, Junaidi, Sabtu.(IRE/HEN)

Iklan

Responses

  1. saya mau cari tulisan kuno tapi kok ga ad tulisan kunonya????

    • coba cari di search engine bagian kanan atas, masukkan ‘tulisan kuno’, mudah2an bisa membantu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: