Oleh: hurahura | 1 Oktober 2011

Pengobatan Tradisional pada Naskah Nusantara

KOMPAS, Kamis, 29 Sep 2011 – Indonesia kaya catatan ilmu pengobatan tradisional dalam berbagai naskah kuno di seluruh Nusantara. Informasi itu belum banyak dimanfaatkan.

”Naskah-naskah kuno ini bisa digali untuk mengembangkan dan memajukan pengobatan tradisional di Indonesia. Belum banyak ahli pengobatan yang memanfaatkan untuk mengembangkan dan memproduksi obat- obatan alamiah lokal,” kata Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Sri Sularsih, Selasa (27/9), di Jakarta.

Perpustakaan Nasional menggelar seminar bertema ”Pengobatan Tradisional dalam Naskah Nusantara”, 27-28 September. Itu untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mengkaji berbagai jenis obat-obatan lokal dalam naskah Nusantara.

Beberapa naskah terkait pengobatan tradisional, antara lain, prasasti-prasasti Jawa Kuno yang mengidentifikasi potensi tanaman obat, naskah Rukmini Tattwa mencatat soal kecantikan dan pengobatan penyakit reproduksi di masyarakat Bali Kuno, serta Soma Kurusetra dalam kakawin Baratayuda mengungkap tentang obat dan terapi Jawa Kuno.

Alam Indonesia menyimpan sekitar 30.000 spesies. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, sedikitnya 9.600 spesies berkhasiat obat dan baru 300 spesies yang dimanfaatkan.

Pengusaha jamu Jaya Suprana mengatakan, pengobatan tradisional Indonesia atau jamu tidak dihargai di negeri sendiri. Pengobatan semacam itu dianggap kuno dan tidak modern sehingga tak dikembangkan menjadi ilmu pengobatan modern. Indonesia justru melirik pengobatan ala Barat yang berbahan baku sintetis. (IND)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori