Oleh: hurahura | 18 Oktober 2011

Gerbang Laut Roma

Arkeolog menemukan galangan kuno terbesar di dekat Roma.

Koran Tempo, Selasa, 18 Oktober 2011 – Pada masa jayanya, bangunan besar yang baru ditemukan oleh sebuah tim arkeologi itu pernah menjadi pintu masuk Kota Roma dari arah laut.

Panjang bangunan dari abad kedua itu mencapai 145 meter dengan lebar 60 meter, lebih besar dibanding sebuah lapangan football. Atapnya menjulang setinggi 15 meter atau lebih dari tiga tumpuk bus tingkat.

Pilar atau tiang yang tersusun dari bata berukuran besar, beberapa di antaranya memiliki lebar hingga 3 meter, terlihat menyokong delapan lengkungan beratap kayu. Reruntuhan struktur itu adalah bukti kejayaan Portus, pelabuhan Kerajaan Romawi pada masa lalu.

Keberadaan pelabuhan kuno itu terungkap dalam penggalian yang dilakukan tim arkeolog dari University of Southampton dan British School at Rome (BSR). Mereka yakin situs tersebut merupakan sebuah galangan kapal Romawi besar. Bekerja sama dengan Italian Archaeological Superintendency of Rome, mereka menemukan sisa bangunan besar yang dibangun dekat cekungan berbentuk heksagonal yang menjadi “pelabuhan“ di pusat kompleks pelabuhan tersebut.

“Awalnya kami menduga bangunan ini merupakan gudang, tapi hasil penggalian terakhir mengungkap bukti bahwa pada masa lalu bangunan ini terhubung dengan bangunan dan tempat pemeliharaan kapal,“ kata Simon Keay, Direktur Proyek Portus. “Beberapa galangan Kekaisaran Romawi telah ditemukan dan, bila identifikasi kami benar, ini akan menjadi galangan terbesar di Italia atau Mediterania.“

Portus telah dikenal sebagai gerbang perdagangan penting yang menghubungkan Roma dengan Mediterania selama periode kekaisaran Romawi, dan tim Portus Project1 menyelidiki peran pelabuhan itu pada masa lain. Hingga saat ini tak ada bangunan galangan kapal besar yang teridentifikasi di Roma, selain satu lokasi di dekat muara Sungai Tiber dekat Monte Testaccio, dan galangan kecil yang baru ditemukan di Ostia.

“Struk tur besar itu dapat menampung kayu, ka nvas, dan cukup besar untuk membuat atau menyimpan kapal di dalamnya,“ kata Keay, yang juga dosen di University of Southampton.

“Skala, posisi, dan ke unik annya membuat ka mi percaya bangunan tersebut memainkan peran penting.“ Investigasi Keay dan timnya pada 2009 difokuskan pada rerun tuh an istana kekaisaran dan bangunan berbentuk amphitheater di dekatnya.

Keay menyatakan seluruh bangunan itu membentuk kompleks penting yang menjadi kantor pengelola seluruh pergerakan kapal dan kargo di pelabuhan.

Bukti pendukung lain berasal dari mosaik dan naskah yang ditemukan di Portus yang menyebut keberadaan sekelompok ahli pembuat kapal di pelabuhan itu.

“Penemuan bangunan ini mempunyai implikasi besar terhadap pemahaman kami tentang betapa pentingnya cekungan heksagonal atau pelabuhan di Portus dan perannya di dalam skema kompleks pelabuhan secara keseluruhan,“ kata Keay.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: